Vaksin Covid Buatan Rusia dan China Dicampur, Diuji Coba di Negara Arab
Sekadar diketahui, dua vaksin Covid-19 buatan China baru-baru ini mendapat persetujuan untuk penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vaksin Sinopharm lebih dulu mendapat persetujuan yakni pada Mei 2021 disusul Sinovac pada awal Juni.
Sementara itu vaksin Sputnik V belum mendapat persetujuan penggunaan darurat dari WHO.
Menurut Dmitriev, WHO diharapkan mengeluarkan izin penggunaan darurat Sputnik V dalam 2 bulan.
Dia menambahkan, Badan Obat-obatan Eropa (EMA) juga sudah mendapat semua informasi dasar dan tidak ada komentar kritis sama sekali.
Dmitriev tidak menyebut kapan EMA akan mengeluarkan hasil terkait Sputnik V.
"Kami melihat para inspektur menjaga sikap profesional, tidak ada komentar kritis yang signifikan, setidaknya untuk saat ini," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono