HANGZHOU, iNews.id – Provinsi Zhejiang di China tengah berjuang menghadapi klaster Covid pertama mereka tahun ini. Lebih dari setengah juta orang dikarantina, dan daerah-daerah yang terhantam wabah menghentikan kegiatan bisnis mereka.
Data resmi pemerintah setempat yang dirilis pada Senin (13/12/2021) kemarin menunjukkan, kawasan industri utama di China itu pada Minggu (12/12/2021) lalu melaporkan 74 kasus penularan lokal dengan gejala terkonfirmasi. Jumlah itu hampir dua kali lipat dari 38 kasus yang terdata pada hari sebelumnya.
China Kesal Dijadikan Dalih Trump untuk Mencaplok Greenland
Dengan begitu, total kejadian infeksi virus corona di Zhejiang kini menjadi 173 kasus, sejak provinsi itu melaporkan kasus pertamanya selama wabah terbaru ini.
Pejabat Komisi Kesehatan Nasional China, Wu Liangyou menuturkan, wabah di tiga kota, yaitu Ningbo, Shaoxing, dan Hangzhou, berkembang dengan laju “relatif cepat”. Sementara, kondisi di seluruh China secara umum stabil.
Pria di Chicago Tembak Lansia Keturunan China 22 Kali sampai Tewas di Jalan
Sebelum wabah kali ini muncuk, Zhejiang melaporkan hanya satu kasus penularan lokal pada 2021. Lebih dari 12 perusahaan yang terdaftar di bursa China menyatakan, mereka telah menangguhkan operasi di sejumlah kawasan di Zhejiang akibat pengetatan pembatasan Covid-19.
Wabah yang terjadi di belasan kota di China tahun ini sebenarnya terbilang lebih kecil daripada di luar negeri. Namun, pemerintah daerah diminta untuk memastikan kasus infeksi terdeteksi dan dikendalikan sedini mungkin untuk mencegah penularan yang lebih luas.
Perempuan di China Meninggal usai Terinfeksi Flu Burung H5N6
Kebijakan itu memicu pembatasan yang kadang mengganggu sektor perjalanan dan pariwisata.
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku