Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ngeri! Tabung Diduga Berisi Bakteri Pes Pecah di Lab Rusia, Pekerjanya Meninggal Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Wabah Pes Diduga Menyerang Rusia, 200 Orang Dikarantina usai Bakteri Bocor dari Lab!

Senin, 05 Oktober 2026 - 10:17:00 WIB
Wabah Pes Diduga Menyerang Rusia, 200 Orang Dikarantina usai Bakteri Bocor dari Lab!
Bakteri Pes diduga menyebar di Rusia hingga menyebabkan wabah. (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

Di tengah informasi tersebut, otoritas kesehatan Rusia memberikan penjelasan berbeda.

Rospotrebnadzor menyebut diagnosis korban sebagai pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui. Otoritas tersebut juga menyatakan tidak ada kecelakaan yang melibatkan mikroorganisme patogen di institut tempat Shipilova bekerja.

Perbedaan keterangan tersebut membuat kasus ini menjadi sorotan. Di satu sisi, terdapat tindakan pencegahan berupa isolasi dan pemantauan terhadap hampir 200 orang. Di sisi lain, pemerintah Rusia belum secara resmi menyatakan bahwa telah terjadi wabah pes.

Pada 3 Oktober, pemerintah Baikalsk bahkan sempat mengunggah imbauan kepada masyarakat agar menghindari perjalanan ke Shelekhov. Namun, unggahan tersebut kemudian dihapus.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi bahwa Yersinia pestis telah menyebar dari laboratorium atau terjadi penularan pes antarmanusia di masyarakat.

Pes merupakan penyakit yang disebabkan bakteri Yersinia pestis. Salah satu bentuknya, pes pneumonik, dapat menyerang paru-paru dan dalam kondisi tertentu dapat menular antarmanusia melalui droplet pernapasan.

Karena itu, perkembangan kasus di Siberia menjadi perhatian, terutama mengingat adanya pekerja laboratorium yang meninggal dan ratusan orang yang ditempatkan dalam pemantauan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut