Warga Los Angeles Dilarang Berkumpul, kecuali Ibadah dan Demonstrasi
LOS ANGELES, iNews.id - Warga Los Angeles, California, Amerika Serikat, disarankan tidak keluar rumah serta dilarang berkumpul kecuali untuk ibadah dan demonstrasi.
Larangan ini tertuang dalam aturan pembatasan terbaru menyusul lonjakan kasus Covid-19. Aturan berlaku mulai Senin (30/11/2020).
Departemen Kesehatan Masyarakat Los Angeles County menyatakan, pembatasan berlaku selama 3 pekan atau berakhir pada 20 Desember.
"Dalam perintah terbaru yang mulai berlaku Senin, warga disarankan untuk tinggal di rumah sebisa mungkin," bunyi pernyataan, dikutip dari AFP, Sabtu (28/11/2020).
"Semua pertemuan publik dan pribadi dengan individu yang tidak dilakukan di rumah, dilarang, kecuali untuk aktivitas berbasis keagamaan dan unjuk rasa, yang haknya telah dilindungi konstitusi."
Perintah ini dibuat setelah Los Angeles mengalami rata-rata lonjakan harian 4.500 kasus infeksi lebih dalam sepekan terakhir.
Los Angeles mencatat lebih dari 7.600 kasus kematian akibat virus corona selama pandemi Covid-19. Angka tersebut lebih dari sepertiga kasus kematian di Negara Bagian California.
California pekan lalu memberlakukan jam malam di sebagian besar wilayah. Sementara itu sejak Rabu lalu Los Angeles melarang warga makan di restoran, namun masih mengizinkan take away.
Namun pembatasan terbaru ini tidak separah aturan yang diterapkan pada Maret di mana otoritas memberlakukan lokcodown total, menyebabkan hampir semua aktivitas bisnis tutup.
Sementara untuk pembatasan terbaru ini beberapa aktivitas bisnis diperbolehkan buka, seperti toko, perpustakaan, dan spa. Semua sekolah juga tetap beraktivitas, kecuali jika ada kasus.
Editor: Anton Suhartono