WHO Peringatkan Virus Corona Penyebab Pneumonia di China Bisa Jadi Wabah Besar

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 15 Januari 2020 - 10:44 WIB
WHO Peringatkan Virus Corona Penyebab Pneumonia di China Bisa Jadi Wabah Besar

Seorang pasien di Kota Wuhan mencari bantuan medis untuk gejala seperti pneumonia pada 8 Desember. Setelah itu, puluhan orang menunjukkan gejala serupa. (FOTO: AFP via Getty Images)

JENEWA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kemungkinan terjadi penyebaran virus corona baru antar keluarga di China dan kemungkinan dapat menjadi wabah lebih luas. Virus corona merupakan bagian dari virus yang dapat menyebabkan sejumlah infeksi mulai dari pilek hingga SARS.

"Seorang perempuan China dikarantina di Thailand dengan kejang karena virus corona," ungkap otoritas Thailand, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (15/1/2020).

Ini pertama kali virus itu terdeteksi di luar China.

Secara keseluruhan, 41 kasus pneumonia atau infeksi paru-paru menular dilaporkan terjadi di Kota Wuhan, China tengah, dengan tes laboratorium awal menunjukkan kemungkinan jenis baru virus corona dan satu pasien meninggal dunia.

"Sejak saat itu tak ada kasus atau kematian baru," papar otoritas kesehatan Wuhan.

"Dari informasi yang kami dapat, ada kemungkinan di sana ada penyebaran manusia ke manusia secara terbatas, kemungkinan antara keluarga, tapi sangat jelas sekarang bahwa kita tidak memiliki penularan dari manusia ke manusia yang berkelanjutan," ujar Maria Van Kerkhove, kepala pelaksana unit penyakit yang sedang berkembang di WHO.

BACA JUGA: Wabah Pneumonia di Wuhan China, WNI di Hong Kong Diminta Waspada

WHO pun bersiap kemungkinan terjadi wabah lebih luas.

"Ini masih tahap awal, kami tidak memiliki gambaran klinik yang jelas," ujar Van Kerkhove.

Beberapa jenis virus itu menyebabkan penyakit yang tak terlalu serius, adapun jenis lainnya seperti yang mengakibatkan MERS, dapat berdampak lebih parah.

WHO memberi panduan pada rumah sakit di penjuru dunia tentang pencegahan dan kontrol infeksi jika virus baru menyebar.

"Tak ada perawatan khusus untuk virus baru itu tapi anti-virus dapat digunakan," ungkap Van Kerkhove.

Editor : Nathania Riris Michico