5 ASN di Depok Positif Covid-19

Antara · Kamis, 27 Agustus 2020 - 10:57:00 WIB
5 ASN di Depok Positif Covid-19
Ilustrasi tes Covid-19. (Foto: Istimewa)

DEPOK, iNews.id - Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat mencatat hingga kini ada lima aparatur sipil negara (ASN) yang positif terinfeksi covid-19. Perinciannya satu ASN meninggal dunia, satu menjalani isolasi mandiri, dan tiga dirawat di rumah sakit.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Depok, Dadang Wihana mengatakan lima kasus ASN positif covid-19 itu tersebar di sejumlah instansi. Satu orang di Kantor Kecamatan Sukmajaya, satu orang di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dua orang di Kantor Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) serta satu orang di Dinas Pendidikan.

"Kami langsung melakukan pelacakan dan orang-orang yang pernah kontak dekat kami minta segera menghubungi untuk dilakukan rapid test dan swab test," kata Dadang di Depok, Kamis (27/8/2020).

Dadang menjelaskan Pemkot Depok telah menutup sementara Kantor Kecamatan Sukmajaya dari 26 Agustus sampai 1 September 2020. Pelayanan kemudian dialihkan ke kantor-kantor kelurahan di Sukmajaya dan sejumlah pegawai kecamatan telah melakukan swab test.

Penutupan dilakukan untuk keperluan sterilisasi oleh PMI dan pemadam kebakaran Kota Depok. Penutupan kantor Kecamatan Sukmajaya akan berlanjut jika ditemukan lagi kasus positif atau karena kondisi belum memungkinkan untuk dibuka.

"Pejabat kantor Kecamatan Sukmajaya sudah mengikuti prosedur karantina di rumah sakit dan sudah kami lakukan pelacakan," ucap Dadang.

Selain menutup sementara Kantor Kecamatan Sukmajaya, Pemkot Depok juga menutup sementara Kantor Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga di kompleks Balai Kota Depok selama sepekan untuk mencegah penularan covid-19. Selama kantor ditutup, para pegawai pemerintah diminta bekerja di rumah.

Orang-orang yang melakukan kontak erat dengan dua pegawai DPAPMK yang tertular covid-19 telah diperiksa. Kedua pegawai DPAPMK itu kabarnya tertular dari kerabat yang bekerja di Jakarta.

"ASN tersebut sedang melakukan isolasi mandiri. Kasus di kantor Kecamatan Sukmajaya dan kantor DPAPMK merupakan kasus yang berbeda dan tidak berkaitan," kata Dadang.

Editor : Rizal Bomantama