6.500 Km Kabel Semrawut bakal Masuk Bawah Tanah, Pramono: Wajah Jakarta akan Sangat Berbeda
Eks Sekretaris Kabinet ini mengakui target lima tahun bukan pekerjaan ringan. Sebab, jaringan utilitas yang harus ditata mencapai sekitar 6.500 kilometer.
"Apakah 5 tahun itu bisa atau tidak? Karena memerlukan kurang lebih 6.500 km yang harus ditangani. Tetapi kalau ini ditangani secara total artinya tidak hanya bergantung pada Bina Marga saja, saya yakin itu bisa dilakukan," ucapnya.
Untuk mengejar target tersebut, Pemprov DKI akan melibatkan sektor swasta dalam pembangunan SJUT. Pramono menilai proyek ini memiliki potensi bisnis sehingga dapat dikerjakan secara bersama-sama oleh berbagai pemangku kepentingan.
"Maka keterlibatan swasta sangat diperlukan untuk ini secara bersama-sama karena payung hukumnya sudah ada. Kami meyakini secara bisnis juga menarik. Sehingga dengan demikian penurunan kabel ini bisa menjadi gerakan bersama yang dilakukan oleh seluruh stakeholder yang ada di Jakarta ini," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan anggaran pembangunan SJUT pada tahun ini mencapai Rp90 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun jaringan sepanjang 16,9 kilometer di sejumlah ruas jalan.
"Anggaran kami untuk membangun SJUT ini adalah Rp90 miliar," ujar Heru.
Editor: Puti Aini Yasmin