Akhir Januari 2020, Pengemudi Motor di Jalan Sudirman-MH Thamrin Bisa Kena E-Tilang

Helmi Syarif, Sindonews ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 12:00 WIB
Akhir Januari 2020, Pengemudi Motor di Jalan Sudirman-MH Thamrin Bisa Kena E-Tilang

Ilustrasi lalu lintas. (Foto: Dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan Electronic Traffic Law Enforcement (ELTE) bagi pengendara motor di Jalan Sudirman-MH Thamrin mulai akhir Januari 2020. Dengan penerapan ETLE itu berarti pengemudi motor bisa dikenakan tilang elektronik atau E-Tilang seperti mobil.

Untuk menunjang kebijakan itu, Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan penyesuaian kamera jalan. "Bila sebelumnya hanya mobil, sekarang semua kendaraan bisa kami tindak jika melakukan pelanggaran," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf, Rabu (15/1/2020).

Dia mengatakan sudah melakukan uji coba dengan merekam tangkapan layar sepeda motor yang melakukan pelanggaran. Polisi menemukan 80 persen dari 100 sepeda motor yang direkam melakukan pelanggaran.

BACA JUGA: Penerapan E-Tilang, Polda Metro Jaya Akan Tindak Kendaraan Pelat Non-B

Yusuf menjelaskan penerapan kebijakan itu dilakukan untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas oleh pengendara sepeda motor. Karena menurut data yang mereka miliki, hampir 70 persen pelanggaran lalu lintas di Jakarta dilakukan oleh pengendara sepeda motor.

Kasubdit Bingakum Ditlantas Polda Mettro Jaya, AKBP Fahri Siregar mengatakan 117.895 kendaraan baik roda empat maupun roda dua dikenai sanksi tilang karena melanggar aturan lalu lintas sepanjang 2019. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2018 yaitu 110.058 kendaraan ditilang dengan persentase kenaikan sebesar 7 persen.

"Sebanyak 20.457 pengendara juga dikenai sanksi teguran. Jumlah itu meningkat 15 persen dibanding tahun sebelumnya," kata Fahri.

BACA JUGA: Ini 10 Titik Ruas Jalan Jakarta yang Dipasangi Kamera Canggih ETLE

Polisi mencatat pengemudi motor menjadi pelanggar lalu lintas terbanyak dengan catatan 85.359 pelanggaran. Pelanggar terbanyak kedua adalah mobil dengan jumlah pelanggaran 25.159. Jenis pelanggaran terbanyak yang dilakukan pemotor adalah melawan arus dengan 26.075 pelanggaran.

"Untuk pengendara roda empat, jenis pelanggaran yang paling banyak dilanggar adalah tidak membawa atau memiliki SIM. Jumlahnya 5.129 pelanggar," katanya.

Saat ini Polda Metro Jaya terus mempersiapkan sarana untuk menjalankan kebijakan itu. Termasuk memasang kamera mulai dari tiang dan koneksi dengan command centre yang berada di Polda Metro Jaya.

Editor : Rizal Bomantama