Aksi Teror Bom Surabaya Libatkan Anak-Anak, Ini Langkah Tegas KPAI

Sofyan Firdaus ยท Senin, 14 Mei 2018 - 15:29 WIB
Aksi Teror Bom Surabaya Libatkan Anak-Anak, Ini Langkah Tegas KPAI

Komisioner KPAI Retno Listiarti. (Foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengecam keras tindakan terorisme di Surabaya yang melibatkan anak-anak di bawah umur. KPAI mendesak Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Sosial untuk mendata ulang WNI dari Suriah guna menghindari potensi anak-anak sebagai eksekutor bom.

“Kami terkejut tadi menerima laporan bom di Mapoltabes Surabaya, kebetulan di lokasi ada anak juga. Kemarin di tiga gereja, melibatkan anak juga,” kata Komisioner KPAI Retno Listiarti di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Keprihatinan KPAI semakin dalam saat mengetahui adanya anak yang justru dijadikan pelaku bom oleh orangtuanya. Dari data yang diterima KPAI, kedua orangtua pelaku bom bunuh diri di Surabaya, Dita Supriyanto dan Puji Kuswati merupakan WNI yang baru pulang dari Suriah. KPAI meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mendata ulang terkait track record pelaku, apakah masuk dalam daftar legal atau ilegal.

“Laporannya dari Suriah apakah betul. Harusnya Kemenlu mendata, setelah itu ditampung oleh Kementerian Sosial. Ini butuh pendalaman lebih jauh, apakah dia pulang atas keinginan sendiri atau dideportasi,” ujar dia.

Rencananya, KPAI mendatangi Kemenlu dan Kemensos terkait kepulangan WNI. Termasuk juga berkordinasi dengan polisi untuk membahas fenomena anak sebagai pelaku bom bunuh diri.

“Orangtua seharusnya menjaga dan melindungi anak. Hewan buas saja akan mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi anak-anaknya. Bukan kemudian mengorbankan anaknya untuk kepentingan ideologi orangtuanya. Ini tentu kami sangat prihatin,” ujar Retno.

KPAI juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya sejumlah korban, termasuk anak-anak.

“Awalnya KPAI mengira anak-anak sebagai korban di gereja. Tetapi seiring pemeriksaan di TKP, itu ada tiga orang anak-anak di bawah umur. Anak-anak dimobilisasi sebagai pelaku bom bunuh diri, ini kan anak-anak belum tahu,” kata Retno.

Editor : Khoiril Tri Hatnanto