Alasan Pramono Bongkar Salah Satu JPO Love and Hate di Rasuna Said Jaksel
JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung memutuskan membongkar salah satu dari dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Keputusan itu diambil karena JPO lama dinilai tidak ramah terhadap penyandang disabilitas.
Dua JPO yang lokasinya berdekatan tersebut selama ini kerap disebut sebagai JPO 'Love and Hate' karena tidak saling terhubung. Pramono mengungkapkan keputusan pembongkaran itu setelah meninjau langsung kondisi kedua JPO.
Dia menjelaskan, kedua JPO sebenarnya memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai fasilitas penyeberangan masyarakat sekaligus akses menuju transportasi publik.
"Tetapi setelah saya lihat sendiri, ini menunjukkan bahwa dulu dalam membuat kebijakan seringkali seperti yang saya katakan, ego pemimpinnya itu tidak dikomunikasikan secara baik. Sehingga sebenarnya dua-duanya ini fungsinya sama persis," ucap Pramono, dikutip Senin (10/8/2026).
JPO pertama merupakan milik Pemerintah Provinsi Jakarta yang dibangun lebih dahulu dan berfungsi sebagai fasilitas penyeberangan masyarakat umum. Sementara JPO kedua dibangun oleh LRT Jabodebek sebagai bagian dari fasilitas integrasi antarmoda yang menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek dengan Halte TransJakarta.