Asap Karhutla Masuk Jakarta, Pramono: Memang 2-3 Hari Kondisi Udara Memburuk
“Sebenarnya dari 3 hari yang lalu saya ingin menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro-kontra, apakah ini disebabkan oleh apa? Tapi yang jelas bahwa betul sekarang ini kondisinya mengalami kondisi yang tidak baik,” jelasnya.
Pramono juga menegaskan Jakarta memiliki ratusan alat pemantau emisi untuk memonitor kondisi udara. Menurut dia, pemerintah daerah telah memiliki data pemantauan sendiri.
“Jakarta mempunyai pemantau untuk emisi itu jumlahnya ratusan. Sebenarnya tanpa dari BMKG aja datanya sudah ada. Penegasannya bahwa ini cuacanya memburuk,” jelasnya.
Sebelumnya, BMKG melaporkan DKI Jakarta masuk dalam wilayah yang terdeteksi memiliki asap dampak kebakaran hutan dan lahan. Temuan tersebut berdasarkan pemantauan citra satelit BMKG pada Jumat (16/10/2026).
“Wilayah DKI Jakarta tercantum sebagai wilayah yang terdeteksi terdapat asap dan berada dalam area sebaran asap karhutla,” kata Sekretaris Utama (Sestama) BMKG, Guswanto saat dikonfirmasi.