Asap Karhutla Masuk Jakarta, Pramono: Memang 2-3 Hari Kondisi Udara Memburuk
Meski demikian, Guswanto menjelaskan, pemantauan satelit hanya menunjukkan keberadaan atau sebaran asap di atmosfer. Data tersebut belum secara langsung menggambarkan tingkat konsentrasi polutan di permukaan yang dihirup masyarakat.
Dia menyebut pergerakan asap di Pulau Jawa terpantau mengarah ke tenggara hingga barat. Karena itu, pemantauan lanjutan diperlukan untuk memastikan apakah konsentrasi asap di permukaan Jakarta meningkat atau asap hanya melintas di lapisan atmosfer atas.
“Sehingga perlu terus dipantau apakah konsentrasi asap di Jakarta benar-benar meningkat di permukaan atau hanya melintas di lapisan atmosfer atas,” ujarnya.
Guswanto menegaskan, penilaian risiko kesehatan masyarakat perlu mengacu pada data kualitas udara aktual, termasuk konsentrasi PM2.5 dan indeks kualitas udara atau AQI, bukan hanya citra satelit sebaran asap.
“Yang paling menentukan risiko kesehatan adalah data kualitas udara (PM2.5/AQI) saat itu, bukan hanya citra satelit sebaran asap,” tuturnya.
Editor: Puti Aini Yasmin