Asap Karhutla Masuk Jakarta, Pramono Siagakan 31 Rumah Sakit dan 44 Puskesmas
Sebelumnya, Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan Jakarta masuk dalam daftar wilayah yang terdeteksi terdapat asap akibat karhutla berdasarkan pemantauan citra satelit pada Jumat (16/10/2026).
"Wilayah DKI Jakarta tercantum sebagai wilayah yang terdeteksi terdapat asap dan berada dalam area sebaran asap karhutla," kata Guswanto saat dikonfirmasi.
Namun, dia menegaskan, hasil pemantauan satelit tersebut hanya menunjukkan keberadaan atau sebaran asap di atmosfer. Data itu belum menggambarkan secara langsung konsentrasi polutan di permukaan yang dihirup masyarakat.
Berdasarkan pemantauan BMKG, pergerakan asap di Pulau Jawa terdeteksi mengarah ke tenggara hingga barat. Karena itu, diperlukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan apakah konsentrasi asap di permukaan Jakarta benar-benar meningkat atau hanya melintas di lapisan atmosfer atas.
"Sehingga perlu terus dipantau apakah konsentrasi asap di Jakarta benar-benar meningkat di permukaan atau hanya melintas di lapisan atmosfer atas," ujarnya.
Guswanto menambahkan, risiko kesehatan masyarakat lebih tepat dinilai berdasarkan data kualitas udara di permukaan, seperti konsentrasi PM2.5 dan indeks kualitas udara (AQI), bukan hanya dari citra satelit sebaran asap.
"Yang paling menentukan risiko kesehatan adalah data kualitas udara (PM2.5/AQI) saat itu, bukan hanya citra satelit sebaran asap," tuturnya.
Editor: Aditya Pratama