Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Asap Karhutla Ancam Kesehatan Masyarakat, Ini 6 Kelompok Rentan Terkena ISPA
Advertisement . Scroll to see content

Asap Karhutla Terdeteksi di Langit Jakarta selama 6 Jam, Berada di Ketinggian 4 Km

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:14:00 WIB
Asap Karhutla Terdeteksi di Langit Jakarta selama 6 Jam, Berada di Ketinggian 4 Km
BMKG menyebut asap karhutla sempat terdeteksi di langit Jakarta selama lima hingga enam jam pada Selasa (20/10/2026), sebelum bergerak menjauh dari Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkapkan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat terdeteksi di langit Jakarta selama 5-6 jam. Asap tersebut berada di ketinggian lebih dari 4 kilometer sehingga tidak dirasakan langsung oleh masyarakat di Ibu Kota.

Faisal mengatakan, keberadaan asap itu terpantau berdasarkan hasil pemantauan BMKG pada Jumat, 16 Oktober 2026. Meski sempat melintasi wilayah Jakarta, asap tersebut kemudian bergerak menjauh dari kawasan Jabodetabek dan sekitarnya.

“Kemarin sempat terpantau beberapa jam, ya, kurang lebih kalau saya tidak salah 5 sampai 6 jam,” kata Faisal di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dia menjelaskan, asap karhutla tersebut berada di lapisan atmosfer dengan ketinggian lebih dari 4 kilometer. Kondisi itu membuat keberadaan asap tidak dirasakan secara langsung oleh masyarakat di permukaan.

“Jadi masuknya itu memang asap yang berada di ketinggian lebih dari 4 kilometer. Jadi kita pun di sini tidak merasakan, tidak merasakan rasa asapnya,” ujarnya.

Faisal menambahkan, berdasarkan pemantauan BMKG, asap tersebut tidak bertahan lama di wilayah Ibu Kota. Setelah terdeteksi selama beberapa jam, pergerakannya berlanjut menjauhi Jakarta dan kawasan sekitarnya.

“Jadi itu masuk kira-kira 5 sampai 6 jam dan kemudian menjauh dari daerah Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat,” katanya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut