Banjir Mereda, Ratusan Warga di Bekasi Datangi Toko Miras dan Tempat Karaoke
Tidak adanya ketegasan dari pihak terkait membuat usaha karaoke juga tumbuh bak jamur di musim hujan. Warga pun mulai tak sabar dengan kesemrawutan dan ingar-bingar malam yang ditimbulkan oleh tempat-tempat karaoke itu.
Begitu banjir yang melanda perumahan mereka mulai surut, masyarakat langsung berkumpul dan menggelar unjuk rasa. Hingga lewat tengah malam, massa belum juga bubar. Belasan anggota polisi yang tiba di lokasi aksi tampak tidak bisa berbuat banyak.
"Kami minta Pak Polisi memfasilitasi kami untuk bertemu dengan pemilik toko itu. Ini warga sudah berkumpul, Bapak pertemukan kami saja agar ada komitmen pemilik toko berhenti menjual miras," kata salah seorang warga yang berunjuk rasa, Tajuddin, Kamis (2/1/2020) malam.
Namun, sejumlah polisi yang hadir di situ tak bisa berbuat apa-apa. Alasannya, mereka masih harus berkoordinasi dengan atasan.
Salah seorang berpakaian preman tampak mendekati warga agar berhenti menggelar aksi. Namun, warga tidak peduli. Mereka tidak ingin terjadi banjir maksiat di wilayah mereka.
Penolakan terhadap tempat penjualan miras di kompleks pertokoan Mutiara Gading Timur sudah berlangsung sejak beberapa pekan lalu. Usaha tempat hiburan malam yang diduga menyalahi izin tampak tidak beroperasi lagi. Namun, masih ada toko yang buka untuk penjualan miras. Dari pantauan wartawan, toko tersebut juga tak luput dari hantaman banjir.
Editor: Ahmad Islamy Jamil