Bawaslu Kantongi Identitas Pemesan Ribuan C1 yang Disita di Menteng
JAKARTA, iNews.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta terus mendalami kasus penemuan ribuan form C1 saat razia polisi. Lembaga pengawas pemilu Ibu Kota ini bahkan sudah memintakan keterangan terhadap sopir yang membawa ribuan form C1 yang menguntungkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi.
Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Jufri mengungkapkan, dari pemeriksaan tersebut, pihaknya mendapat informasi berharga. Yakni, mengetahui identitas pihak yang memesan form C1.
"Kita kan mencari siapa yang pesan. Itu sudah ada petunjuk yang diberikan oleh sopir bahwa yang mesan ini. Nah, itulah yang akan dicari lagi," katanya saat dihubungi, Jakarta. Kamis (8/5/2019).
Dia menjelaskan, dalam pemeriksaan, sang sopir diminta mengklarifikasi siapa dan ke mana tujuan pengantaran form C1 tersebut yang diduga palsu. Pemeriksaan terhadap sang sopir dilakukan selama dua hari, Senin dan Selasa.
Ribuan Form C1 Untungkan Paslon 02 Diamankan di Kawasan Menteng
"Dua hari yang lalu sudah dimintai keterangan dari hari Senin kemarin. Masih penyelidikan masih dalam klarfikasi baru sopir grab itu. Dimintai keterangan dulu baru itu," tutur Puadi.
Jufri mengaku saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Mengenai kemungikan CEO Sekretaris Nasional (Seknas) Prabowo Sandi, M Taufik bakal dimintai keterangan mengenai kasus ini, dia belum dapat memastikan.
"Nanti kita lihat kalau ada kaitannya kita mintai keterangan, ini kan (kasus) masih berjalan ya," ujarnya.
Pemeriksaan M Taufik guna meluruskan dugaan keterlibatan wakil ketua DPRD DKI Jakarta ini dalam kasus ini. Dalam ribuan formulir C1 yang dikemas dalam dua kardus, salah satunya terdapat tulisan 'Kepada YTH Bapak Toto Utomo Budi Santoso Direktur Satgas BPN PS Jl Kertanegara No 36 Jakarta Selatan' dan 'Dari Moh Taufik Seknas Prabowo-Sandi Jl HOS Cokro Aminoto no 93 Menteng Jakarta Pusat.'
"Iya mungkin diklarifikasi apa betul nama dia itu jangan-jangan cuma ditempelin orang kita kan belum tahu," ujar Jufri.
Sanggahan Taufik
Sebelumnya M Taufik membantah jadi otak di balik pengiriman ribuan formulir C1 tersebut. Dia mengatakan, pihaknya sulit melakukan kecurangan karena tak memiliki kualitas dan kuasa untuk melakukan hal itu. Dia menuding ada oknum yang mengirim ribuan formulir C1 dengan mencatut namanya.
"Kalau mau ngibul pakai tata krama ngibul. Kami ini sulit melakukan kecurangan. Kami enggak punya sarana untuk itu (kecurangan). Menurut saya, ini bagian cara tidak bisa menjawab isu kecurangan," kata M Taufik saat dikonfirmasi, Senin, 6 Mei 2019.

Penemuan ribuan formulir C1 berawal dari operasi lalu lintas yang dilakukan Polres Jakpus pada Sabtu, 4 Mei 2019. Sebuah mobil disetop di Jl Besuki, Menteng yang kemudian ditemukan dua kardus di bagasi.
Kardus itu ternyata berisi ribuan formulir C1. Kardus pertama berisi 2.006 formulir C1 sementara kardus kedua berisi 1.761 formulir C1. Ribuan formulir C1 itu berasal dari sejumlah kabupaten di Jawa Tengah.
Bawaslu masih memastikan keaslian dari formulir C1 itu. Koordinator Divisi SDM Jakarta Pusat, Roy Sofian Fatra Sinaga, mengatakan isi formulir C1 itu berbeda dengan hasil rekapitulasi di TPS. Tanda tangan saksi di C1 yang ditemukan dengan C1 yang dimiliki KPU juga berbeda.
"Misalkan suara 01 100 suara dan 02 50, di C1 yang kita dapatkan 01 50 dan 02 100. Tanda tangan saksi juga berbeda karena kita juga cek berapa TPS lewat KPU berbeda," ungkap Roy.
Editor: Djibril Muhammad