Berprestasi, 35 Pelajar SMA Labschool Jakarta Ikuti Harvard MUN 2019

Wildan Catra Mulia ยท Senin, 28 Januari 2019 - 21:25 WIB
Berprestasi, 35 Pelajar SMA Labschool Jakarta Ikuti Harvard MUN 2019

Sebanyak 35 siswa SMA Labschool terpilih mewakili Indonesia dalam ajang konferensi simulasi sidang PBB tingkat SMA se-dunia. (Foto: IST)

JAKARTA, iNews.id – Capaian prestasi tingkat internasional ditunjukkan SMA Labschool Jakarta. Sebanyak 35 siswa SMA Labschool terpilih mewakili Indonesia dalam ajang konferensi simulasi sidang PBB tingkat SMA se-dunia. Jumlah delegasi dari SMA Labschool terbanyak dalam Harvard Model United Nations (HMUN) 2019.

“HMUN kali ini adalah kesempatan SMA Labschool Jakarta yang ke-5 sejak tahun 2014 berpartisipasi. Merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami, satu-satunya sekolah yang diundang secara resmi oleh Universitas Harvard,” kata Kepala SMA Labschool Jakarta Suparno Sastro dalam keterangan yang diterima iNews.id, Senin (28/1/2019).

Ajang yang diselenggarakan Universitas Harvard itu digelar di Hotel Sheraton, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, 24-27 Januari 2019. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-66. Sebagai konferensi model simulasi sidang PBB tertua, HUMN dinilai cukup bergengsi dan menjadi magnet bagi siswa SMA di seluruh dunia. Hal ini terbukti dengan banyaknya jumlah peserta hingga mencapai 3.500 siswa.

Sebanyak 35 delegasi dari SMA Labschool Jakarta didampingi oleh tiga guru pendamping, yakni Suparno Sastro, Marsono, dan Rinawati. Siswa berprestasi ini bersidang sesuai dengan isu yang sudah ditentukan panitia, seperti tantangan dunia dalam menghadapi kesulitan dan ketidaksetaraan ekonomi, wabah penyakit, ektremisme, konflik, dan perubahan iklim.

BACA JUGA: Simulasi Sidang PBB, Siswa SMA Labschool Jakarta Juara 3 di Harvard

Salah satu siswa SMA Labschool Harandy Merza Ardhava mengatakan, dirinya menjadi delegasi yang bersidang di komite Special Summit on Terrorism. Harandy bersimulasi mewakili negara Thailand. Ajang ini merupakan pengalaman pertama dan baginya sangat menantang.

“Beberapa hal yang dipersiapan tidak sesuai dengan materi yang dibahas, yakni tentang terorisme, sehingga sangat sulit dalam waktu sekejap untuk tune in dalam perdebatan di council ini,” ujar Harandy.

Kendati mengaku sedikit kecewa, Harandy tetap berusaha keras, sehingga beberapa kali dia bisa berbicara dan mempresentasikan pandangannya tentang pencegahan terorisme global.

Bagi siswa SMA Labschool, mengikuti Harvard MUN ini merupakan pengalaman internasional yang tak bisa dilupakan. Selain berkesempatan membawa nama negara, mereka juga bisa berinteraksi antarsiswa dari berbagai negara yang berbeda budaya.

“Memang ambisi para peserta untuk tampil dominan sudah terlihat dari awal council, setiap ada kesempatan mereka rebut dengan cepat. Tapi kendala yang paling menonjol adalah kemampuan Bahasa Inggris. Bagi yang sangat mumpuni, membuat mereka begitu piawai memainkan perdebatan di council,” kata Siswa SMA Labschool Kayla Tahira yang berada di komite United Nations Economic and Social Council mewakili Vietnam.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto