Catatan 59 Hari Blusukan Ridwan Kamil: Dikerubungi Emak-emak hingga Gendong Warga
Sembari sarapan nasi uduk, dia dikerubungi warga yang kebanyakan kaum hawa. Mereka mencurahkan keluh kesah.
Curhatan tersebut didengarkan saksama, sembari sesekali Ridwan Kamil melempar guyonan.
Di Pengadegan, Jakarta Selatan, Ridwan Kamil mengunjungi seorang warga lanjut usia bernama Bu Hindun. Di masa senjanya, ibu yang berusia lebih dari 80 tahun tersebut hidup sebatang kara.
Perbincangan dengan calon gubernur nomor urut satu mencerahkan wajahnya, apalagi saat Ridwan Kamil memohon doa restu agar kelak bisa memimpin Jakarta secara bijak. Agar Jakarta yang keras menjadi humanis bagi seluruh warga, baik tua maupun muda.

Di Tanah Merah, Jakarta Utara, setelah mendengar banjir yang kerap menerpa, dia spontan mengambil kertas dan pena. Duduk lesehan di pinggir rawa yang airnya sering meluap, dia membuat sketsa masa depan Lapangan Kobra.
Dia membuat lanskap dengan imaji masa depan yang bebas banjir dan nyaman bagi seluruh warga. Fungsi ekologis tetap terjaga, ruang interaksi sosial yang nyaman tersedia, dan anak-anak tidak lagi bermain di jalanan.
Sebelum dipilih masyarakat sebagai wali kota Bandung dan gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berprofesi sebagai arsitek. Dari sebelumnya mendesain rumah dan menata lanskap kota, dia lantas mendesain kebijakan dan mengimplementasi program kerja guna memajukan wilayah.