DPRD DKI Pangkas Program DP Nol Rupiah Jadi Rp500 M, Begini Reaksi Anies

Wildan Catra Mulia ยท Kamis, 28 November 2019 - 19:06 WIB
DPRD DKI Pangkas Program DP Nol Rupiah Jadi Rp500 M, Begini Reaksi Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - DPRD DKI Jakarta memangkas anggaran program DP nol rupiah menjadi Rp500 miliar. Anggaran tersebut sebelumnya diajukan Rp2 triliun dalam kebijakan umum anggaran-plafon prioritas anggaran sementara (KUA-PPAS) 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seakan cuek soal pemangkasan tersebut. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) mengklaim, angka tersebut belum final karena masih akan dibahas sebelum diresmikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Ya masih dalam pembicaraan, tunggu sampai final RAPBD. Nanti mudah-mudahan masih bisa dibahas semuanya," katanya usai penandatanganan MoU KUA-PPAS APBD 2020 di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

Namun, Anies belum dapat pastikan apakah angka untuk program rumah DP nol rupiah ini bertambah saat pembahasan RAPBD. Mantan rektor Universitas Paramadina ini berharap, semua program yang menyangkut kepentingan rakyat, tak akan terganggu ketika pembahasan APBD 2020 ini.

"Kita lihat nanti (bisa berubah atau tidak). Kita pastikan semua kegiatan strategis aman karena itu menyangkut kepentingan yang besar sekali," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, Banggar DPRD DKI memangkas anggaran Rumah DP nol rupiah dari pengajuan Rp2 triliun menjadi Rp500 miliar.

"Saya mempertimbangkan pendapat beberapa anggota DPRD DKI Jakarta yang menilai penyediaan perumahan pada tahun depan harusnya menyasar kalangan menengah bawah lewat penyediaan Rumah Susun Sewa," kata Prasetyo di DPRD DKI Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

Menurut dia, pembangunan rumah DP nol rupiah hanya menyasar masyarakat menengah ke atas. Hal tersebut karena cicilan atau angsuran dalam pembayarannya setiap bulan hanya menitikberatkan kepada masyarakat yang berpenghasilan tinggi.

"Oleh sebab itu, pemotongan anggaran ini diharapkan akan memacu penyediaan Rusunawa daripada Rumah DP Nol Rupiah," ujarnya.

Politikus PDIP ini menjelaskan, dengan pemotongan beberapa anggaran ini, akhirnya anggaran mampu mencapai surplus Rp374.4 miliar. "Eksekutif dan legislatif sepakat membagi surplus ini ke beberapa belanja yang merupakan program prioritas di bidang keuangan, bidang pemerintahan, dan bidang pembangunan," katanya.


Editor : Djibril Muhammad