Editor Metro TV Tewas, Ini Cerita Sang Ayah soal Perubahan Sikap Yodi Prabowo Sebulan Terakhir

hambali ยท Minggu, 12 Juli 2020 - 12:43 WIB
Editor Metro TV Tewas, Ini Cerita Sang Ayah soal Perubahan Sikap Yodi Prabowo Sebulan Terakhir

Ayah Yodi Prabowo, Suwandi. (Foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELARAN, iNews.id - Almarhum Yodi Prabowo (26), editor video Metro TV memperlihatkan perubahan sikap sebelum ditemukan tewas di pinggir Tol, Jumat, 10 Juli 2020. Perubahan itu berlangsung kurang lebih sebulan terakhir ini.

Ayah almarhum Yodi Prabowo, Suwandi menceritakan, belakangan ini anaknya makin rajin salat di musala dan masjid dekat rumah. "Salatnya rajin, rajinnya sampe dia ke Masjid Al-Jihad. Dia kalau Subuh keluarin motor pakai sarung. Tetangga juga kan sering bareng. Mungkin lebih dari sebulan, yang jelas ibadahnya makin meningkat. Saya lihat perubahannya itu," katanya saat ditemui di rumah Jalan Alle Raya, RT 06/RW 08, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Minggu (12/7/2020).

Putranya itu, menurut Suwandi, termasuk anak yang pendiam. Bisa dikatakan, Yodi tidak pernah bercerita soal apapun kepadanya. Dia pun merasa haru lantaran jarang sekali bertemu dan berbincang di rumah.

"Kalau saya kan kerja normal. Berangkat pagi pulang sore, tapi kalau anak saya kan berangkat sore, berangkat pagi. Jadi kalau saya berangkat pagi, pulang sore, sorenya kan enggak ketemu. Begitu anak saya pulang jam satu malam, dia kan pas saya bangun berangkat pagi, dia masih tidur. Paling mamanya, kalau pun ada (curhat)," tuturnya.

Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari Detasemen Anjing Pelacak (K-9) Barhakam Polri, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan hingga Polsek Pesanggrahan dibentuk untuk mengungkap tewasnya editor Metro TV, Yodi Prabowo. Tim telah memeriksa 16 saksi dan menerjunkan anjing pelacak di lokasi.

"Kami memeriksa ulang tampat kejadian perkara (TKP) sehubungan dengan keluarnya hasil autopsi korban," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP M Irwan Susanto di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Dia menjelaskan, koordinasi dengan tim K-9 dan Polda Metro Jaya dilakukan untuk memeriksa ulang TKP. Pengecekan untuk memastikan alat bukti dari korban maupun diduga pelaku pada saat kejadian.

"Tim K-9 anjing pelacak mengambil sampel dari dua barang bukti alat diduga yang digunakan pelaku yaitu pisau dan juga baju korban," ucapnya.

Editor : Djibril Muhammad