Ini Rekayasa Lalin Perlu Diperhatikan Pengendara Dampak Proyek Stasiun MRT Thamrin

Antara · Selasa, 09 Februari 2021 - 07:27:00 WIB
Ini Rekayasa Lalin Perlu Diperhatikan Pengendara Dampak Proyek Stasiun MRT Thamrin
Proyek pembangunan MRT Fase II Bundaran HI-Harmoni di Jalan M.H Thamrin. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan Persero Daerah MRT Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) selama satu setengah bulan. Rekayasa lalin tersebut terkait pembangunan konstruksi Stasiun Thamrin dan persiapan paket kontrak CP201 berupa pembuatan terowongan bawah tanah (tunneling) untuk rute Bundaran HI hingga Harmoni.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan MRT Jakarta (Perseroda) Ahmad Pratomo menyampaikan, rekayasa lalin untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama masa konstruksi periode 11 Februari 2021 sampai 31 Maret 2021.

"PT MRT Jakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan ini berlangsung. Kami mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek ini,” ujar Ahmad Pratomo di Jakarta, Senin (8/2/2021).

Ada pun pelaksanaan rekayasa lalu lintas yang dilakukan oleh MRT Jakarta dan SAJV sebagai berikut:

A.Rekayasa lalu lintas konstruksi Stasiun Thamrin MRT Jakarta

1. Periode 11 Februari-31 Maret 2021, rekayasa lalu lintas yang dilakukan adalah:

a. Jalan M.H. Thamrin sisi barat (arah Kota) mulai dari depan BPPT hingga halte sementara TransJakarta Bank Indonesia semula terdiri dari empat lajur kendaraan regular dan satu lajur Tranjakarta (4+1) menjadi dua jalur pada sisi kiri median tengah dan sisi kanan median tengah. Sisi kiri median tengah menjadi dua lajur kendaraan regular dan satu lajur campur (mixed traffic) antara lajur Transjakarta dan kendaraan regular (2+1), serta sisi kanan median tengah menjadi dua lajur kendaraan regular.

b. Jalan M.H Thamrin sisi timur (arah Blok M) mulai dari depan Kementrian ESDM hingga halte sementara TransJakarta Thamrin 10 tetap dengan konfigurasi empat lajur kendaraan regular dan satu lajur campur (mixed traffic) antara lajur Transjakarta dan kendaraan regular (4+1).

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2