Kapolda Metro: Ini Perbuatan Sangat Keji, Memutilasi Jadi 11 Bagian

Puteranegara Batubara ยท Kamis, 17 September 2020 - 20:18 WIB
Kapolda Metro: Ini Perbuatan Sangat Keji, Memutilasi Jadi 11 Bagian

Kapolda Metro Jaya, Irjan Pol Nana Sudjana usai mengikuti program donor darah, Kamis (18/6/2020). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya telah mengungkap motif dua pelaku DAF (26) dan LAS (27) yang memutilasi korban Rinaldi Harley Wismanu (32). Motif sepasang kekasih itu ingin menguasai harta korban.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, korban mutilasi yang ditemukan di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu, 16 September 2020 itu, dipotong hingga 11 bagian. Pelaku memutilasi korban di salah satu apartemen kawasan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

"Ini perbuatan yang sangat keji. Memutilasi jadi 11 bagian," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Setelah memutilasi Rinaldi menjadi 11 bagian, Nana memaparkan, tubuh korban dimasukan ke dalam plastik kresek. Potongan tubuh korban kemudian dimasukkan ke dalam dua buah koper dan satu tas ransel.

Korban dimutilasi dengan menggunakan gergaji dan golok yang dibeli pelaku usai membunuh korban terlebih dahulu dengan batu bata dan pisau. "Mereka beli golok, gergaji, kembali (ke apartemen) lalu lakukan mutilasi," ucapnya.

Sebelumnya, Nana mengungkapkan, awal mula perkenalan korban dengan salah satu pelaku LAS bermula dari aplikasi Thinder. Melalui aplikasi itu, keduanya berkenalan dan saling berbalas pesan.

Kemudian pada 7 September, Nana menceritakan, LAS dan korban janjian bertemu di apartemen kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. "Apartemen itu disewa sejak tanggal 7-12 September kemarin. Lalu, pada tanggal 9 September korban dan LAS masuk ke apartemen itu untuk saling bertemu," tuturnya.

Sebelum korban dan LAS tiba di kamar apartemen, Nana mengungkapkan, DAF lebih dahulu datang dan bersembunyi di kamar mandi. Lantas, saat korban datang dan mengobrol bersama LAS dilanjutkan dengan saling berhubungan badan, DAF pun keluar dan memukul kepala korban.

"DAF memukul menggunakan batu bata yang sudah disiapkan, lalu ditusuk hingga 7 kali, yang mana membuat korban meninggal dunia," katanya.

Editor : Djibril Muhammad