Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Ajak Warga Tinggalkan Kendaraan Pribadi: 92% Konektivitas Transjakarta Terhubung
Advertisement . Scroll to see content

Kelakar Pramono Soal Cuaca Panas Ekstrem: Terpenting Jakarta Bahagia, Hati Tidak Panas

Kamis, 16 Oktober 2025 - 00:29:00 WIB
Kelakar Pramono Soal Cuaca Panas Ekstrem: Terpenting Jakarta Bahagia, Hati Tidak Panas
Kelakar Pramono Soal Cuaca Panas Ekstrem: Terpenting Jakarta Bahagia, Hati Tidak Panas (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Guswanto menambahkan, beberapa faktor menyebabkan suhu udara terasa lebih menyengat dari biasanya. Di antaranya adalah pergeseran semu matahari ke wilayah selatan Indonesia yang meningkatkan intensitas radiasi matahari, minimnya tutupan awan, serta masa pancaroba  peralihan dari musim kemarau ke musim hujan  yang ditandai dengan suhu udara tinggi dan cuaca tidak menentu.

“Minimnya tutupan awan, sehingga sinar matahari langsung menyentuh permukaanbumi tanpa banyak hambatan. Kemudian masa pancaroba, yaitu peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, yang biasanya ditandai dengan suhu udara yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu,” ujar dia.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut