Komedian Nunung Mengaku Pesan Sabu Tiga Kali Sebulan

Wildan Catra Mulia ยท Senin, 13 Januari 2020 - 19:38 WIB
Komedian Nunung Mengaku Pesan Sabu Tiga Kali Sebulan

Komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selata, Senin (13/1/2020). (Foto: iNews.id/WIldan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Komedian Tri Retno Prayudati atau populer disapa Nunung memesan sabu sebanyak dua hingga tiga kali dalam sebulan. Nunung memesan barang haram tersebut kepada Hadi Moheriyanto alias Heri alias Tabu Bin Kasim.

Nunung mengatakan hal itu saat menjadi saksi terdakwa Hadi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020). Tidak hanya Nunung, suaminya July Jan Sambiran juga ikut bersaksi.

"Dalam satu bulan itu paling 2-3 kali. Ada jeda. Rata-rata itu 3 kadang 2. Belinya kadang 1 gram, kadang 2 gram. Kadang-kadang enggak ada (stok) juga dia (terdakwa) bilang," katanya di PN Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020).

BACA JUGA:

Komedian Nunung dan Suami Kembali Dihadirkan di Persidangan Perkara Narkoba

Divonis Satu Tahun Enam Bulan Penjara, Nunung Menangis dan Membisu

Hadi merupakan kurir narkoba yang mengantarkan sabu ke Kediaman Nunung, Tebet, Jakarta Selata (Jaksel) pada 19 Juli 2019. Nunung mengatakan selalu memesan sabu kepada Hadi. Sedangkan sang suami July Jan hanya disuruh mengambil sabu yang sudah dipesan Nunung.

"Suami enggak pernah pesan, saya yang pesan. Suami sering ambilin punya saya. Enggak ingat kapan dan di mana dipesan. Saya pesen sama dia terus saya enggak ingat pemesanan kapan," ujarnya.

Nunung kenal Hadi sejak Maret 2019. Nunung menceritakan, saudaranya sendiri yang mengenalkan dengan Hadi. Nunung mengungkapkan kerap memesan sabu dengan menggunakan telepon genggamnya.

Nunung bersama suami July Jan ditangkap polisi pada 19 Juli 2019 di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Dari penangkapan itu Nunung mengaku telah membeli narkoba jenis sabu sebanyak 2 gram.

Nunung mengaku membeli 2 gram sabu dengan harga Rp2.600.000 dengan rincian 1 gram Rp1.300.000. Namun, dalam persidangan
jaksa mempertanyakan barang bukti Rp3.700.000.

Nunung menjelaskan, selisihnya Rp1.100.000 tersebut karena dirinya dan Suami masih memiliki hutang dari pesanan sebelumnya.

"Pesan terakhir 2 gram. Bungkusannya kotak rokok gitu kalau enggak salah gudang garam. Dimasukkan ke dalam kotak rokok. Rokoknya enggak ikut. Dibungkus kayak lakban gitu. Nyerahin langsung ke saya. Beli harganya Rp1,3 juta per 1 gram waktu itu saya kasih uang Rp 3,7 karena saya masih ada kekurangan," tuturnya.

Hadi membenarkan semua kesaksian Nunung. Namun, dia mengelak disebut penjual karena hanya mencarikan apa yang dinginkan Nunung. "Sesuai (kesaksiannya), tapi saya tidak menjual, saya hanya mencoba mencarikan," kata Hadi.


Editor : Djibril Muhammad