Luhut Sebut Kasus Covid-19 Didominasi dari Jabodetabek, Wagub DKI: Interaksi Warga Tinggi

Muhammad Refi Sandi · Senin, 24 Januari 2022 - 13:11:00 WIB
Luhut Sebut Kasus Covid-19 Didominasi dari Jabodetabek, Wagub DKI: Interaksi Warga Tinggi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Foto: MNC Portal)

JAKARTA, iNews.id - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Covid-19 didominasi berasal dari Jabodetabek. Merespons hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan bahwa interaksi warga di Jabodetabek sangat tinggi.

"Ya memang sekali lagi Jakarta nih kan Ibu Kota, Ibu Kota Jabodetabek apalagi interaksi di Jabodetabek sangat tinggi dan warga Jabodetabek itu keluar Jabodetabek juga mungkin ke daerah lainnya di luar Jabodetabek. Jadi dimungkinkan penularan itu bisa saja melalui warga yang ada di Jabodetabek,"  tutur Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (24/1/2022).

Untuk itu, ia pun mengimbau warga Jabodetabek, khususnya Jakarta agar berhati-hati. Ia meminta agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) di mana pun berada.

"Oleh sekali lagi warga di Jabodetabek tidak hanya di Jakarta memang harus hati-hati. Pastikan kita hadir dimanapun menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan, hindari kerumunan kurangi mobilitas, hindari makan bersama. Itu hal-hal yang sudah menjadi ketentuan. Untuk kita semua, kita patuhi kita taati menjadi satu kehidupan kita sehari," sambung dia.

Sebelumnya, Luhut menjelaskan dalam sepekan terakhir kasus harian Covid-19 terus mengalami peningkatan. Sebagian besar kasus disumbangkan oleh wilayah aglomerasi Jabodetabek.

"Berdasarkan data yang kami himpun, kasus di Jawa-Bali mendominasi kasus harian yang naik. Kenaikan di Jawa Bali kami identifikasi masih bersumber dari peningkatan pada wilayah aglomerasi Jabodetabek," terang dia saat jumpa pers.

Selain itu, kasus yang disebabkan oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) sudah berada dibawah 10 persen dari total kasus nasional. Dari sini, kata Luhut, dapat disimpulkan bahwa transmisi lokal yang terjadi di Indonesia sudah lebih mendominasi dibanding waktu sebelumnya.

"Pemerintah juga terus mewaspadai tren positivity rate. Meski secara keseluruhan, PCR dan antigen, positivity rate masih di bawah standar WHO 5 persen, tetapi positivity rate PCR sudah meningkat menjadi 9 persen," tutup dia.

Editor : Puti Aini Yasmin

Bagikan Artikel: