Megahnya Masjid Al Hurriyah Pasar Minggu, Berdiri 2 Lantai Mampu Tampung 1.000 Jemaah
Kebahagiaan serupa dirasakan warga yang sebelumnya tinggal di kawasan Kebon Sirih. M Yamin mengaku merasakan manfaat dari bangunan baru yang lebih luas serta akses transportasi yang semakin mudah.
"Alhamdulillah kalau sampai saat ini apa yang dirasakan oleh kita semua lebih luas dua kali lipat dan kondisinya juga untuk transportasi sangat mudah karena transportasinya kereta api turun depan masjid. Jadi biar manfaatnya kelihatan ya inilah dipindahkan ini ya jelas-jelas sudah kelihatan manfaatnya," ucapnya.
Tak hanya menjadi tempat ibadah, Masjid Al Hurriyah juga menjadi ruang singgah bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar Pasar Minggu.
Salah satunya Koko Azuri, pengemudi ojek online yang hampir setiap hari beristirahat di masjid tersebut sembari menunggu pesanan penumpang.
Dia mengaku menjadikan masjid itu sebagai rumah kedua karena suasananya nyaman dan sejuk.
"Jadi memang kebetulan di masjid ini menjadi tempat buat singga saya lah, rumah kedua. Jadi buat untuk istirahat sambil menjemput rizki, ngojol di daerah-daerah Jakarta. Adem. Jadi di sini kebanyakan memang kalau ada ojol yang lain juga di sini pada istirahat juga. Dan kadang-kadang ada pekerja lain kalau setiap habis salat juga suka istirahat di sini," ujarnya.
Keberadaan Masjid Al Hurriyah kini tidak hanya memberikan fasilitas ibadah yang lebih memadai. Masjid tersebut juga menjadi ruang berkumpul, beristirahat, dan mempererat kebersamaan masyarakat di Pejaten Timur.
Editor: Donald Karouw