Menyamar sebagai Pembeli, Polisi Tangkap 3 Begal saat Jual Motor Curian di Monas

Sindonews · Selasa, 14 Januari 2020 - 10:19 WIB
Menyamar sebagai Pembeli, Polisi Tangkap 3 Begal saat Jual Motor Curian di Monas

Komplotan begal (mengenakan baju tahanan berwarna jingga) yang diamankan Polsek Bekasi Utara, Selasa (14/1/2020). (Foto: SINDOnews)

BEKASI, iNews.id – Petugas dari Unit Reskrim Polsek Bekasi Utara menangkap komplotan begal di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Tiga pelaku yang masih remaja itu diciduk saat akan bertransaksi sepeda motor hasil rampasan mereka dengan polisi yang menyamar sebagai pembeli.

Para pelaku yang diamankan masing-masing berinisial AG (19), RR (20), dan MY (15). Dari ketiga tersangka itu, MY berperan sebagai kapten begal dalam komplotan itu.

“Ironisnya, kapten begal ini adalah MY. Padahal usianya masih 15 tahun,” ungkap Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Chalid Thayib, Selasa (14/1/2019).

Terungkapnya komplotan begal terebut, saat korban SG mengalami pembegalan di Jalan Raya Alexindo, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara. SG harus kehilangan sepeda motor Yamaha Mio GT dengan nomor polisi B 3861 KFP setelah dirampas oleh MY dan kawan-kawan.

SG yang sedang kencing dipinggir jalan, langsung diancam para pelaku dengan menggunakan senjata tajam untuk menyerahkan sepeda motornya. ”Karena takut dibacok, korban rela kendaraanya tersebut diambil paksa oleh kawanan ini,” ujar Chalid.

Setelah mengalami kejadian tak menyenangkan itu, SG melapor ke Polsek Bekasi Utara. Polisi langsung bergerak untuk mencari ketiga pelaku tersebut. Dalam penyelidikannya, petugas mendapatkan informasi sepeda motor korban akan dijual melalui akun Facebook milik pelaku RR.

“Dari situ, anggota menyamar sebagai pembeli. Disepakati transaksi pembelian dilakukan di depan gerbang Monas. Di situ kami langsung tangkap para pelaku,” tutur Chalid.

Ketiga pelaku langsung mengakui perbuatan tersebut dan kendaraan yang akan dijualnya tersebut milik SG. Chalid menjelaskan, ketiga pelaku ini memiliki peran masing-masing.

Akan tetapi untuk pemimpin komplotan begal ini adalah pelaku MY. Perannya sebagai pengancam, kemudian kuncinya dirampas oleh pelaku AG dan pelaku RR menjual hasil curiannya di Facebook.

Chalid mengatakan, motif para pelaku membegal hanya untuk foya-foya dan memenuhi gaya hidup mereka sebagai anak kota. Ketiga pelaku senang menenggak minuman keras. “RR dan AG itu warga Sawah Besar sedangkan yang di bawah umur ini warga Harapan Jaya Bekasi Utara,” ucapnya.

Chalid menambahkan meskipun pelaku MY sebagai kapten karena di bawah umur akan diproses melalui pengadilan anak. Atas tindakan kriminalnya, ketiga pelaku dijerat Pasal 368 KUHP tentang kasus pemerasan dan ancaman kekerasan dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

Editor : Ahmad Islamy Jamil