Merasa Tak Dilayani dengan Baik saat Beli Miras, 7 Pemuda di Bekasi Keroyok Warga dan Satpam

Jonathan Simanjuntak ยท Jumat, 29 Juli 2022 - 13:57:00 WIB
Merasa Tak Dilayani dengan Baik saat Beli Miras, 7 Pemuda di Bekasi Keroyok Warga dan Satpam
Tujuh pemuda mengeroyok warga dan satpam di Pasar Sumber Artha, Bekasi Barat, Kota Bekasi. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

BEKASI, iNews.id - Sebanyak tujuh pemuda dari Bogor melakukan aksi pengeroyokan di Pasar Sumber Artha, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Pengeroyokan diawali saat pemuda tersebut hendak membeli minuman keras (miras) dari salah satu kios.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki mengatakan awalnya para pemuda tersebut datang untuk membeli miras jenis anggur merah. Saat kedatangan pertama sempat ada cekcok lantaran pemuda merasa tidak dilayani dengan baik oleh pemilik kios.

Pada akhirnya pemilik kios memberikan satu botol miras kepada para pemuda. Kemudian, salah satu pemuda merasa barangnya tertinggal dan berinisiatif untuk kembali.

Saat kembali ke kios tersebut, ternyata pemuda tersebut diteriaki oleh satpam dengan kata-kata umpatan. Tak terima, pemuda tersebut memanggil kawan-kawannya.

"Artinya dimulai dari para pelaku ini yg datang dengan tidak sopan. Makanya muncul, ada kata-kata perlawanan yang kurang baik dan tidak seharusnya. Karena dari tersangka diawali datang sekonyong-konyong meminta miras, tidak dilayani dengan baik," ucap Hengki, Jumat (29/7/2022).

Tidak senang dengan perkataan tersebut, ketujuh pemuda kemudian melakukan pengeroyokan. Dalam aksi pengeroyokan ini, sebanyak lima korban pun tumbang lantaran terkena bacokan dan hantaman benda tumpul

"Ada lima orang korban, dua luka bacok maupun tiga lainnya mengalami luka-luka memar akibat benda tumpul," ucap Hengki.

Atas perbuatannya, ketujuh pemuda langsung ditetapkan sebagai tersangka. Namun, saat ini polisi baru berhasil menangkap lima di antaranya.

"Tersangka pertama nama MFT, kedua FT, ketiga MST, keempat MT, yang kelima HM, sedangkan AL dan DO ini buron," ucap Hengki.

Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti berupa senjata tajam jenis mandau dan parang. Atas perbuatannya pelaku disangkakan dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan kekerasan di tempat umum.

"Dengan ancaman pidana penjara selama lamanya sembilan tahun," tutur Hengki.

Editor : Rizal Bomantama

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda