Oknum Marinir Pembunuh Babinsa di Tambora Dituntut 10 Tahun Penjara

Riezky Maulana ยท Jumat, 16 Oktober 2020 - 10:58 WIB
Oknum Marinir Pembunuh Babinsa di Tambora Dituntut 10 Tahun Penjara

Sidang pembacaan tuntutan pembunuhan Babinsa di Tambora dengan terdakwa oknum anggota marinir TNI AL, RW di Pengadilan Militer II-08 Jakarta Timur, Kamis (15/10/2020). (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id - RW, oknum marinir TNI AL terdakwa pembunuh anggota Babinsa Pekojan Kodim 0503/JB, Serda ASP dituntut 10 tahun penjara. Tuntutan dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta Timur, Kamis (15/10/2020).

Tuntutan hukum kepada terdakwa dibacakan oleh Kepala Oditur Militer Kolonel Sus Faryatno Situmorang dan sidang dipimpin oleh Majelis Hakim Ketua Kolonel Chk (K) Prastiti Siswayani yang didampingi Mayor Chk Koswara dan Mayor Chk Samsul Hadi. Selain itu, RW mendapat hukuman tambahan yakni pemberhentian dari dinas TNI AL.

"Pada kasus tersebut terdakwa dituntut dengan hukuman 10 tahun penjara dan hukuman tambahan pemberhentian dari dinas TNI AL," tutur Kapidpenum Puspen TNI Kolonel TNI Sus Aidil di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Dalam kasus ini RW didakwa dengan pasal berlapis. Dia didakwa pasal pembunuhan menghilangkan nyawa orang lain, perusakan fasilitas umum, dan Undang-Undang Nomor 12 Darurat Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api.

Kepala Oditur Militer Kolonel Sus Faryatno menjelaskan dari rangkaian fakta-fakta, terdakwa memenuhi unsur-unsur pidana dari tiga pasal yang disangkakan sekaligus. Di samping itu, terdakwa juga telah mengakui segala perbuatannya.

Aidil menjelaskan, atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya Mayor Laut (KH) Andi Masriadi langsung membacakan nota pembelaan atau pledoi dan permohanan keringanan hukuman. Dalam pledoinya, terdakwa mengaku menyesali perbuatannya dan minta diberikan waktu atau kesempatan untuk memperbaiki diri karena masih muda.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua