Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 3 Panti Pijat di Bogor Disegel karena Nekat Buka saat Ramadhan
Advertisement . Scroll to see content

Panti Pijat Esek-esek Menjamur di Jakbar, Modusnya Kedai Kopi

Senin, 23 Mei 2022 - 14:47:00 WIB
Panti Pijat Esek-esek Menjamur di Jakbar, Modusnya Kedai Kopi
panti pijat esek-esek berkedok kedai kopi (foto: Sindonews).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah panti pijat berkedok kedai kopi menjamur di Jakarta Barat. Fenomena ini berkembang pesat setahun terakhir selama pandemi Covid-19.

Panti pijat model ini tersebar di Green Garden, Kebon Jeruk; Puri, Kembangan; Duri Kosambi; dan Taman Palm, Cengkareng. Adapun, biaya yang ditawarkan berkisar Rp220.000 sampai Rp270.000.

“Ada De***, De**, Cla**, dan Ma***,” ucap resepsionis di cabang Taman Palm, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (22/5/2022) dikutip dari Sindonews.

Panti pijat esek-esek dengan modus kedai kopi ini berada di kompleks Ruko Mutiara Taman Palem, Taman Palm, Cengkareng, Jakarta Barat. Sebelum pelanggannya menggunakan jasa pijat, ada aturan yang dijelaskan resepsionis.

Menurutnya, setiap kali pijat, pelanggan akan mendapatkan layanan sensual lewat terapis wanitanya. Para terapis diketahui memiliki penampilan yang seksi.

“Kalau dua kali ada biaya tambahan,” katanya menambahkan. 

Untuk menutupi bisnisnya, panti ini juga menggangi nama massage menjadi coffee sehingga terlihat sebagai kedai kopi. Kaca ruko juga dibuat super gelap sehingga tidak terlihat dari luar.

Berdasarkan pantauan, pada lobi ruangan terdapat resepsionis dan seorang pegawai pria yang membantu membukakan pintu masuk dan keluar. Ada juga pintu penghubung antara lobi dan kafe. Kafe menjadi ruang tunggu tamu sebelum nantinya mengikuti layanan terapis.

Terdapat beberapa sofa dan beberapa meja bar yang menjual minuman beralkohol. Terapis berinisial D mengisahkan bila panti pijat ini memiliki beberapa cabang di luar Jakarta Barat seperti Alam Sutera, Tangerang dan Sunter, Jakarta Utara.

“Kalau di sini ada 10 kamar dengan 15 terapis. Kami buka dari pukul 10.30 - 22.30 WIB,” ujar D.

Terapis dari salah satu kota di Jawa Barat ini mengaku sudah 4 bulan bekerja di sini. Para terapis diberi kebebasan untuk tinggal di mes atau kos-kosan.

“Mungkin kalau di kos-kosan bisa sambil jual diri,” ujar dia. 

Di tempat terpisah, Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat mengatakan, tidak memberikan ruang terhadap praktik esek-esek terselubung di wilayahnya.

 “Anggota akan kami turunkan untuk cek lokasi,” tutup dia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut