Pemberian THR Diusulkan Ditunda akibat Virus Corona

Muhammad Fida Ul Haq ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 00:14 WIB
Pemberian THR Diusulkan Ditunda akibat Virus Corona

Ilustrasi kios tutup (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Virus Corona tidak hanya menyebabkan jumlah korban meninggal terus bertambah. Aktivitas ekonomi juga dinilai terdampak wabah tersebut.

Ketua DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan virus Corona juga menyebabkan pengusaha terganggu usahanya. Dia mengusulkan pemerintah memberi keringanan terkait tunjangan hari raya (THR) agar bisa dibayarkan separuhnya saja atau ditunda.

"Menyikapi hal ini pengusaha berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan dapat memberikan solusi dalam bentuk kebijakan khusus dalam rangka mengurangi beban pengusaha. Sekiranya pelaku usaha tidak dapat memberikan sama sekali THR atau hanya mampu memberikan 50 persen misalnya,harus ada opsi. Apakah mungkin bisa ditunda sampai kondisi keuangan perusahaan memadai,yang jelas tidak menghilangkan tanggung jawab pelaku usaha," kata Sarman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/3/2020).

Sarman mengatakan yang paling terdampak dari virus Corona ini yakni pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dia mengatakan pemerintah harus memberi solusi karena UMKM harus membayarkan cicilan dan beban lainnya.

"Disisi lain para pelaku UMKM memiliki kewajiban yang wajib di bayarkan seperti gaji karyawan,cicilan pinjaman,cicilan kenderaan,rumah sampai kebutuhan rumah tangga. Dalam kondisi seperti ini UMKM jangan dibiarkan berjalan sendiri,sangat diperlukan bantuan,stimulus atau insentif khusus dari pemerintah," katanya.

Sarman berharap pemerintah tidak memaksakan diri untuk membebani pengusaha terlalu berat. Menurutnya, bila beban ini dipikul sendiri justru dapat merusak hubungan baik antara pemerintah dan pengusaha.

"Jangan sampai memaksakan sesuatu yang tidak dapat diberikan pengusaha yang ujung-ujungnya mengganggu keharmonisan hubungan industrial yang sudah berjalan baik selama ini," katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, terjadi pembaruan data dari kemarin yang sebelumnya disebut 686 positif, ternyata ada satu pasien tercatat di dua rumah sakit. Dengan demikian pada Selasa jumlah pasien positif 685 orang dan saat ini menjadi 790, Rabu (25/3/2020) pukul 12.00 WIB.

Selain jumlah penambahan jumlah positif terinfeksi, juga terdapat penambahan kasus meninggal dunia. Setelah diverifikasi terjadi penambahan sebanyak tiga orang. 

"Sudah kita verifikasi, meninggal dunia 58 orang" kata Yurianto di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq