Pemprov DKI dan PT KAI Kerja Sama Bentuk Perusahaan Transportasi Jabodetabek Integrasi

Wildan Catra Mulia ยท Senin, 09 Desember 2019 - 15:59 WIB
Pemprov DKI dan PT KAI Kerja Sama Bentuk Perusahaan Transportasi Jabodetabek Integrasi

Pemprov DKIJakarta dan PT KAI kerja sama membentuk perusahaan transportasi jabodetabek terintegrasi di Balaikota Jakarta, Senin (9/12/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Pengintegrasian transportasi massal Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) menjadi kenyataan. Hal itu terlihat dari penandatangan perjanjian pokok perusahaan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Pemprov DKI melalui PT MRT Jakarta, sedangkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan PT Railink (Railink). Penandatanganan disaksikan langsung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo di Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).

Dengan terintegrasinya transportasi Jabodetabek, Anies berharap masyarakat umum yang saat ini menggunakan kendaraan umum kereta api, sekitar 1,2 juta orang dan kendaraan angkutan darat, sekitar 980 ribu orang, nantinya akan bisa menikmati pengintegrasian transportasi sebagai satu kesatuan.

"Kita menyampaikan apresiasi rencana integrasi transportasi di Jakarta memasuki babak baru. Kini angkutan Kereta Api dengan angkutan darat di Jakarta akan diintegrasikan," katanya di Balaikota, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Penandatanganan perjanjian ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas pada 8 Januari 2019. Dalam rapat tersebut, Jokowi memberikan arahan agar pengelolaan moda transportasi di Jabodetabek dapat dilakukan satu otoritas, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta.

Dengan begitu, Pemprov DKI Jakarta akan memiliki kontrol pada struktur kepemilikan perusahaan yang akan mengelola moda transportasi tersebut. "Hari ini ditandatanganinya HoA di mana MRT dan PT KAI akan membentuk perusahaan joint venture yang ownership-nya 51 persen di MRT dan 49 persen di KAI yang nantinya akan mengatur stasiun-stasiun di kawasan Jakarta" ujar Anies.

Pemprov DKIJakarta dan PT KAI kerja sama membentuk perusahaan transportasi jabodetabek terintegrasi di Balaikota Jakarta, Senin (9/12/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)
Pemprov DKIJakarta dan PT KAI kerja sama membentuk perusahaan transportasi jabodetabek terintegrasi di Balaikota Jakarta, Senin (9/12/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Pemprov DKI memiliki waktu satu bulan mencari nama perusahaan intergrasi transportasi tersebut. Dia berharap nantinya segala permasahalan urusan transportasi bisa diselesakan.

"Nanti kita rundingkan, punya waktu 1 bulan untuk menentukan nama. 1 bulan inject modal habis itu kita langsung bikin kajian tadi mengenai kerja sama TOD (Transit Oriented Development)," katanya.

Untuk diketahui, PT KAI (Persero) dan PT MRT Jakarta (Perseroda) bermaksud bekerja sama membentuk Perusahaan Baru (New Co) sebagai joint venture vehicle integrasi transportasi Jadebotabek. Tahapan awal adalah melakukan kajikan dan pelaksanaan integrasi transportasi dan pengembangan TOD di Jabodetabek dengan tata cara yang diatur dalam Perjanjian (rencana transaksi).

Turut hadir dalam acara penandatanganan ini, Direktur Jenderal Pengkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri, Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta (Perseroda) Willian P Sabandar beserta jajarannya, Dirut PT Penjaminan Insfrastruktur Indonesia M. Wahid Sutopo serta para pejabat Pemprov DKI Jakarta.


Editor : Djibril Muhammad