Penembakan di Tangerang, Korban Bersimbah Darah Kena Peluru di Leher

Okezone, Irfan Ma'ruf, muhammad rizky ยท Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:47 WIB
Penembakan di Tangerang, Korban Bersimbah Darah Kena Peluru di Leher

Seorang mahasiswa asal Nias ambruk bersimbah darah usai ditembak oknum anggota TNI di Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (4/8/2020). (Foto: ilustrasi/Sindonews).

JAKARTA, iNews.id - Detasemen Polisi Militer Kodam Jaya (Denpom Jaya) memeriksa Kapten Inf K, oknum perwira TNI yang diduga menembak pengendara motor di Tangerang, Banten. Aksi koboi jalanan itu mengakibatkan korban terluka parah.

Berdasarkan laporan kejadian yang diterima polisi, aksi penembakan terjadi pada Selasa (4/8/2020) malam di Jalan Raya Mauk Km 9 Kampung Cadas, Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten. Ketika itu, K mengendarai mobilnya F 1810 JK dan melintas di Jalan Raya Mauk.

Dari arah jembatan SMA Pilar Bangsa, dia belok kanan menuju Mauk Kabupaten Tangerang. Pada saat bersamaan melintas pengendara motor, Sarmanlius Gulo, mahasiswa beralamat di Desa Lawelu, Kecamatan Ulu Moro O, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara. Terjadi pertikaian mulut antara Sarmanlius dengan oknum perwira TNI tersebut.

“Benar, korban diduga sempat cekcok dengan pelaku," kata Kapolsek Sepatan AKP I Gusti Sugiarto, Kamis (6/8/2020). Namun dia tidak menjelaskan penyebab pertengkaran itu.
Mendadak terdengar letusan senjata api sekali. Seiring tembakan itu, Sarmanlius roboh bersimbah darah. Peluru mengenai leher bagian kiri. Dia tergeletak di belakang mobil oknum TNI tersebut.

Adapun pelaku penembakan segera menaiki mobilnya dan berlalu dari tempat itu. Korban ditolong warga setempat. Dia sempat dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih Tangerang, lantas dirujuk ke RSUD Kabupaten Tangerang dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“(Kasus tersebut) sedang ditangani Pom (Polisi Militer),” kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Kota AKBP Burhanuddin.

Belum ada penjelasan resmi dari TNI terkait kejadian ini. Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi dan Kadispenad Brigjen TNI Nefra Firdaus yang dihubungi belum juga memberikan keterangan.

Editor : Zen Teguh