Pengalaman Menjajal LRT Jabodebek: Kursi Empuk, AC Sejuk, Ramah Disabilitas

Wildan Catra Mulia ยท Jumat, 29 November 2019 - 05:01 WIB
Pengalaman Menjajal LRT Jabodebek: Kursi Empuk, AC Sejuk, Ramah Disabilitas

LRT Jabodebek memberikan ruang bagi penyandang disabilitas atau lansia yang menggunakan kursi roda. Kereta ini ditargetkan beroperasi 2021. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia).

JAKARTA, iNews.id – Pilihan moda transportasi massal bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya akan semakin beragam. Selain KRL Commuter Line, MRT, dan bus Transjakarta, kereta api ringan atau light rail transit (LRT) segera menyusul.

Khusus LRT Jakarta Bogor Depok dan Bekasi (Jabodebek), direncanakan pada 2021 bakal melayani masyarakat. Saat ini pengerjaan konstruksi terus dilakukan. Pada rute Cibubur-Cawang, konstruksi hampir terselesaikan sehingga sudah dilakukan uji coba.

Seperti pada Kamis (28/11/2019) pagi. LRT Jabodebek meluncur dari Stasiun Harjamukti, Cibubur menuju Ciracas, Jakarta Timur. Uji coba ini dihadiri Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro dan Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro.

iNews.id berkesempatan merasakan langsung kereta ini. Sepintas dari luar, LRT Jabodebek mirip dengan kereta LRT Jakarta yang beroperasi pada rute Rawamangun-Kelapa Gading. Kereta ini memiliki 6 rangkaian gerbong.

Masuk ke bagian dalam, udara dari air conditioner (AC) kereta terasa sangat sejuk. Eksterior dan interior kereta juga tampak berkilau. Maklum, masih baru.

Sebagaimana di MRT Jakarta, tempat duduk untuk penumpang berwarna biru muda. Namun tak seperti MRT yang terbuat dari plastik, sofa ini empuk karena sisi atas berbahan busa, mirip dengan KRL Commuter Line.

LRT Jakarta juga ramah bagi penyandang disabilitas dan penumpang yang menggunakan kursi roda. Sebagaimana di bus-bus baru Transjakarta, terdapat kursi lipat yang diperuntukkan bagi penumpang disabilitas.

Selain itu disediakan pula tali pengait untuk menjaga penumpang yang menggunakan kursi roda. Faktor kenyamanan dan keselamatan benar-benar dijaga.

Tak cukup di situ. Di setiap gerbong disediakan pula alat padam kebakaran yang disimpan di sisi kursi bagian tengah.

Standar keamanan transportasi publik juga terlihat dari keberadaan kamera-kamera tersembunyi (CCTV) di setiap gerbong. Kamera ini akan merekam aktivitas penumpang, mengantisipasi kejahatan maupun kejadian lainnya.

Bambang memuji LRT Jabodebek. Menurut dia, dalam uji coba ini operasional kereta berjalan sangat baik. Bukan hanya melaju mulus, namun juga nyaris tidak ada suara bising di dalam kereta tersebut.

"Artinya, kualitas gerbong, kualitas perjalanan, operasionalnya juga sangat mulus, hampir tidak ada kebisingan, tidak ada noise dan juga sangat mulus, lancar," kata Bambang di Stasiun LRT Harjamukti, Kamis (28/11/2019).

Pujian ini tidak berlebihan. Melaju dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam, suara LRT Jabodebek ini terdengar sangat halus. Suara gesekan roda dan rel tak begitu terdengar di dalam gerbong.

Bambang menuturkan, INKA nanti juga akan mempraktikkan operasional LRT Jabodebek ini tanpa masinis alias berjalan secara otomatis. Menurutnya, LRT akan menjadi transportasi masa depan.

"Jadi LRT ini nantinya bisa juga dioperasikan tanpa driver atau tanpa masinis, jadi di atur dari pusat operasi. MRT kan sekarang seperti itu. Intinya kita sudah punya teknologi bahkan sampai driverless train ya," ucap Bambang.

Editor : Zen Teguh