Polda Metro Beberkan Kronologi Meninggalnya Demonstran Akbar Alamsyah

Antara ยท Sabtu, 12 Oktober 2019 - 07:38 WIB
Polda Metro Beberkan Kronologi Meninggalnya Demonstran Akbar Alamsyah

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono. (Foto: iNews.id/ Aditya Pratama).

JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya, Jumat (11/10/2019) sore memaparkan kronologi meninggalnya Akbar Alamsyah, demonstran di sekitar Gedung DPR beberapa waktu lalu. Akbar ditangkap usai bentrokan 25 September di sekitar Kompleks Parlemen Senayan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, saat itu demonstrasi berlangsung pukul 12.00 WIB, tepatnya di samping Gedung DPR, Kementerian Kehutanan dan Slipi.

"Unjuk rasa berjalan baik dan lancar, kemudian pada malam harinya pukul 19.30 WIB tiba-tiba muncul gelombang massa melakukan pelemparan kepada petugas," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (11/10/2019) sore.

Menurutnya, demonstrasi terus berlangsung hingga 26 September 2019 dini hari. Petugas saat itu tetap berupaya menerapkan pendekatan persuasif.

"Kegiatan sampai larut malam sekitar pukul 01.00 WIB di 26 September, massa masih tetap melempari petugas," katanya.

Petugas kemudian, menambakkan gas air mata dan menyemprotkan air ke arah massa. Upaya tersebut berhasil membuyarkan massa. "Perilaku massa saat dibubarkan kan panik menyelamatkan diri," ucapnya.

Dia mengungkapkan, pukul 01.30 WIB dilakukan penangkapan terhadap massa. Saat itu petugas di lapangan menemukan seorang pria tergeletak dan dibawa ke Polres Jakarta Barat bersama sejumlah massa lainnya.

"Pukul 01.30 WIB ada anggota AKP Rango yang bertugas di Jakarta Barat menemukan seorang laki-laki tergeletak di trotoar," katanya.

Petugas kemudian mendata massa yang ditahan dan pada pukul 03.00 WIB setelah didata, Urkes Polres Jakarta Barat mengetahui pria yang tergeletak tadi bernama Akbar Alamsyah.

Kemudian pukul 07.55 WIB, Akbar dirujuk ke rumah sakit terdekat, yakni RS Pelni. Pada 27 September, pukul 18.00 WIB dirujuk lagi ke RS Polri Kramat Jati untuk dirawat tiga hari. Selajutnya, 30 September Akbar dirujuk ke RSPAD untuk dirawat.

"Pada 10 Oktober, setelah dilakukan perawatan, Akbar dinyatakan meninggal. Kami dari Polri ikut belasungkawa dan berduka cita, semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ucapnya.

Dia mengakui, Akbar ditetapkan sebagai tersangka meskipun dalam kondisi koma. Penetapan Akbar sebagai tersangka didasarkan pada keterangan sejumlah saksi yang mengatakan Akbar diduga terlibat dalam penyerangan terhadap aparat.

"Perusuh yang kita tangkap, kita lakukan pemeriksaan dan tentunya ada saksi yang diperiksa, juga yang ikut diamankan yang menyatakan yang bersangkutan ikut melempari petugas, merusak dan sebagainya," ucapnya.

Polda Metro Jaya hingga Jumat (12/10/2019) sore belum mendapatkan informasi pasti dari pihak dokter mengenai penyebab luka maupun penyebab kematian Akbar.

"Itu masih kita update dari dokter, sampai sekarang belum mendapatkan, memang ada luka di kepala," katanya.

Editor : Kurnia Illahi