Polisi Bongkar Bisnis Kafe Remang-Remang Perdagangkan Anak-Anak di Penjaringan

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 17:08 WIB
Polisi Bongkar Bisnis Kafe Remang-Remang Perdagangkan Anak-Anak di Penjaringan

Polisi mengamankan para pelaku perdagangan anak berkedok kafe remang-remang di kawasan Penjaringan Jakarta Utara. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.idPolda Metro Jaya membongkar bisnis kafe remang-remang di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Kafe itu diduga memperdagangkan anak-anak di bawah umur untuk melayani laki-laki hidung belang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kasus perdagangan anak ini diungkap oleh Subdit Renakta Polda Metro Jaya pada Senin (13/1/2020) kemarin. Polisi mengamankan enam tersangka yang terbukti mempekerjakan anak di bawah umur menjadi pemuas nafsu laki-laki mata keranjang.

“Enam pelaku yang ditetapkan tersangka dan sudah ditahan dengan peran mengekploitasi anak di bawah umur,” kata Yusri di di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Enam pelaku yang ditangkap berinisial R alias A, T alias A, D alias F, TW, A, dan E. Para tersangka mempunyai peran yang berbeda-beda dalam bisnis prostitusi anak itu. R dan T bertugas sebagai “mami” yang membeli anak kecil yang akan dijajakan oleh D dan TW.

R dan T juga bertugas memaksa korban untuk melayani lelaki hidung belang yang datang ke kafenya. Selain itu, R juga sebagai pemilik kafe tersebut. Sementara, T juga berperan sebagai mucikari.

“Sedangkan A, laki-laki, ini anak buah mami T, dan E, laki-laki, merupakan anak buah dari mami R alias A, tugasnya hanya membantu,” tutur Yusri.

Sementara itu, D dan TW bertugas mencari korban dari media sosial untuk dipekerjakan di kafe tersebut. Biasanya, kata Yusri, D dan TW menjual korban kepada R dan T dengan harga Rp750.000 sampai Rp1,5 juta per orang.

Tersangka T dan R mematok harga Rp150.000 untuk lelaki hidung belang yang ingin ditemani oleh perempuan di bawah umur. Dari uang itu, para korban hanya diberikan Rp60 ribu sebagai upah bekerja. “Lalu si mami maksa anak itu untuk menemani minum sampai dengan berhubungan badan, bayarannya Rp150 ribu yang si anak di bayar Rp60.000 di bayar dua bulan sekali,” ucap Yusri.

Atas tindakannya para tersangka diancam dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP dengan ancaman penjara di atas sepuluh tahun.

Editor : Ahmad Islamy Jamil