Pramugari Garuda Siwi Widi Diperiksa 5 Jam, Ini yang Ditanyakan Penyidik

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 20 Januari 2020 - 20:57 WIB
Pramugari Garuda Siwi Widi Diperiksa 5 Jam, Ini yang Ditanyakan Penyidik

Pramugari Garuda Indonesia Siwi Widi usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/1/2020). (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso).

JAKARTA, iNews.id - Pramugari maskapai penerbangan Garuda Indonesia Siwi Widi Purwanti rampung menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Selama lima jam dimintai keterangan, dia mendapatkan 42 pertanyaan.

Pengacara Siwi, Vidi G Syarief, menuturkan, pertanyaan-pertanyaan tersebut menyangkut laporan kliennya pada 28 Desember 2019. Siwi melaporkan kasus pencemaran nama baik oleh akun Twitter @digeeembok yang menuduhnya menjadi perempuan simpanan salah satu direktur Garuda.

Dalam pemeriksaan pertama ini, Siwi menyertakan sejumlah barang bukti terkait kasus tersebut. Selain itu, dia juga mengajukan beberapa orang untuk dijadikan sebagai saksi oleh penyidik. Namun, Vidi menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk memanggil saksi yang disarankan.

"Itu sudah kewenangan penyidik jadi kami menyerahkan semua proses pendalaman dan penyelidikan langsung oleh penyidik," ujar Vidi di Mapolda Metro Jaya, Senin (20/1/2020).

BACA JUGA: Polisi Buru Pemilik Akun Twitter yang Dilaporkan Pramugari Garuda

Dia menegaskan, dalam kasus ini kliennya sangat dirugikan. Cuitan @digeeembok terkait kliennya sama sekali tidak benar. Cuitan itu merupakan fitnah.

"Postingan @digeeembok telah merugikan klien kami dan merupakan fitnah tidak berdasar dan tidak ada kebenarannya sama sekali," ucapnya.

Sementara itu, Siwi mengaku tidak tahu siapa aktor di balik akun yang mencemarkan nama baiknya itu. Pramugari berambut panjang ini menilai akun itu hanya ingin mengambil keuntungan dengan membuat berita bohong mengatasnamakan dirinya.

"Orang yang mau ambil keuntungan," ucap Siwi.

Siwi mengaku tidak akan mundur dalam kasus ini. Dia pun siap untuk dipanggil kembali oleh penyidik kapan pun.

Editor : Zen Teguh