Presiden Buruh Puji Anies Tak Maju di Pilpres 2019

Wildan Catra Mulia ยท Kamis, 23 Agustus 2018 - 19:52 WIB
Presiden Buruh Puji Anies Tak Maju di Pilpres 2019

Presiden Konfedarasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar pertemuan dengan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, di Balai Kota Jakarta. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas tentang nasib para buruh, termasuk dampak upah mininum regional (UMR) Jakarta saat ini terhadap daya beli mereka.

Iqbal mengatakan, Anies telah berkomitmen untuk mengangkat upah minimum bagi kaum buruh di Ibu Kota. Menurut dia, komitmen dari gubernur itu patut diapresiasi karena upah minimum yang layak jelas sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan para buruh.

“Beliau (Anies) mengatakan, sebagai gubernur akan mengupayakan bagaimana mengangkat yang di bawah, tapi yang di atas tetap diberi kesempatan yang seluas-luasnya. Orang kaya silakan jadi kaya, tapi orang miskin dan kurang mampu harus diangkat. Itulah konsep yang ingin diterapkan. Upah minimum pun demikian. Jangan sebatas menerima upah tapi tidak memiliki daya beli,” kata Iqbal di Balai Kota Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Iqbal menuturkan, Anies akan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh apa yang sudah dia janjikan dalam kontrak politik dengan buruh pada Pilkada DKI 2017. Karena itu, dia pun sangat mengapresiasi sikap Anies yang memutuskan untuk tidak maju dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Iqbal juga menyambut baik komitmen mantan rektor Universitas Paramadina itu untuk merealisasikan janji-janjinya dalam membangun Jakarta.


“Beliau tidak bersedia jadi calon wakil presiden dan akan membenahi Jakarta. Karena sesuai janjinya kepada warga Jakarta ingin membangun Jakarta,” ujarnya.

Iqbal berpendapat, jika Anies berhasil membenahi Ibu Kota dan merealisasikan janji-janji kampanyenya, itu akan menjadi modal besar bagi sang gubernur untuk maju di Pilpres 2024. Apalagi, kata dia, Jakarta adalah barometer dan miniatur dari situasi Indoenesia keseluruhan.

“Jakarta adalah gambaran kecil tentang Indoensia. Kalau Jakarta bisa dibenahi dengan baik, sosial ekonomi masyarakat makin sejahtera, Indonesia bisa lebih ditata di Tahun 2024. Ya, kami mengatakan peluang 2024 adalah masanya Pak Anies. Tapi Jakarta adalah kesempatan untuk berbenah,” kata dia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil