Revitalisasi Trotoar di Maruga Tangsel Baru Selesai, Tong Sampah Hilang

Hasan Kurniawan ยท Kamis, 08 April 2021 - 17:49:00 WIB
Revitalisasi Trotoar di Maruga Tangsel Baru Selesai, Tong Sampah Hilang
Tong Sampah hilang di Mardigu (Foto: Hasan Kurniawan)

TANGERANG SELATAN, iNews.id - Upaya percontohan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), mengikuti negara maju di Eropa, gagal total. Rupanya, budaya masyarakat untuk menjaga fasilitas umum masih belum ada. 

Ratusan tempat sampah yang dipasang di pinggir jalan, mulai dari bundaran Maruga hingga BSD City, hilang dimaling. Padahal, tempat sampah yang terbuat dari bahan fiber itu tidak laku dijual, ke penjualan barang bekas. 

Riski, salah seorang warga sekitar mengatakan, tempat sampah berwarna kuning dan hijau yang terpasang di sepanjang jalan itu sudah lama hilang. Dia tidak tahu, siapa yang mengambil tempat sampah milik Pemkot Tangsel itu. 

"Tidak tahu pak. Tetapi sejak dua minggu lalu sudah tidak ada. Buang sampah jadi susah. Ini saya buang botol minum kemasan di bawah tempat sampah yang hilang saja," katanya, kepada MNC, Kamis (8/4/2021). 

Berdasarkan pantauan di lapangan, tempat sampah tersebut dipasang berjejer dekat bangku taman. Diharapkan, warga yang berhenti di pinggir jalan maupun yang menunggu kendaraan umum, bisa duduk-duduk santai di sana. 

Tetapi, banyak penempatan tempat duduk dan tempat sampah itu yang dinilai sembarangan. Tempatnya yang panas dan tidak strategis, membuat warga jarang memanfaatkan fasilitas yang menghabiskan uang kas daerah itu.

Kasi Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Ahmad Rivai mengatakan, pemasangan bangku taman dan tempat sampah di jalan Ciater itu untuk kebersihan dan kenyamanan warga.   

"Mengikuti negara maju di Eropa. Itu kan awalnya pakai plastik, memang plastik yang dipakai yang tidak mudah larut oleh alam, tapi banyak yang protes. Makanya kita ganti dengan fiber. Itu fiber lho, saya juga bingung," katanya. 

Dilanjutkan Rivai, bahan fiber sengaja dipilih karena tidak memiliki nilai ekonomis. Dia berharap fasilitas itu tahan lama dan tidak hilang. 

Namun, prediksinya meleset. Tong sampah yang ada malah hilang dicuri orang tak bertanggung jawab. 

"Lupa kalau nilainya. Justru itu saya bingungnya, kalau kita taro hdp pasti ada nilai ekonominya. Kali fiber gak ada. Cek ajah di Google, fiber itu gak laku, dirongsokan gak laku. Makanya saya itu bingung diambil untuk apa," ujarnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq