Sandi Sarankan Buruh Sisipkan Atraksi Budaya saat Demo

Ahmad M Salim ยท Kamis, 09 November 2017 - 16:13:00 WIB
Sandi Sarankan Buruh Sisipkan Atraksi Budaya saat Demo
Sekelompok warga mengatasnamakan Kenfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSBSI) menggelar demo di depan Balaikota DKI Jakarta, Kamis (9/11/2017).

JAKARTA,iNews.id – Sekelompok warga mengatasnamakan Kenfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSBSI) menggelar demo di depan Balaikota DKI Jakarta, Kamis (9/11/2017). Mereka menuntut Gubernur Anies Basweda untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) dari Rp 3,6 juta menjadi Rp 3,9 juta.

Massa yang sebagian besar mengenakan baju merah itu menuding Anies telah mengingkari janji kampanye. Pendemo meminta Pemprov DKI tidak mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tentang Pengupahan. Diketahui, Gubernur DKI Anies Baswedan sebelumnya menetapkan UMP DKI Jakarta tahun 2018 sebesar Rp 3.648.035. Jumlah tersebut naik sekitar Rp 298.000 atau 8,71 persen dari UMP DKI 2017 sebesar Rp 3,35 juta per bulan.

Menanggapi aksi demo tersebut, Wakil Gubernur Sandiaga Uno mempersilahkan buruh menggelar demo di depan Balaikota Jakarta. Dia juga berpesan agar para pendemo tidak mengganggu ketertiban umum.

“Buat kami silahkan, berkoordinasi dengan pihak aparat dan saya titip pesan pada temen-teman untuk selalu bisa menggerakkan ekonomi,” ujar Sandi.

Dia juga meminta para pendemo untuk menyisipkan unsur-unsur kesenian dan religi ketika menggelar aksi. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat dapat terhibur.

“Ya antraksi-atraksi budaya nanti bisa dihadirkan, semoga menghibur warga. Bisa dipercantik dengan sholawat-sholawat dan siraman-siraman rohani,” terang Sandi.

Terkait tuntutan buruh yang meminta Pemprov merevisi UMP DKI tahun 2018, Sandi mengaku, penetapan UMP sudah final.

“Kita ada 15 acuan. Itu ada di Dewan Pengupahan. Kita lakukan sesuai dengan keinginan teman-teman dari koalisi,” tandasnya.

Editor : Zen Teguh