Sempat Berhenti, Layanan Bus Alternatif bagi Penumpang KRL Kembali Dioperasikan
JAKARTA, iNews.id - Layanan bus alternatif untuk mengantisipasi kerumunan penumpang keretal rel listrik (KRL) kembali dioperasikan di sejumlah stasiun di Bogor dan Bekasi, Jawa Barat. Bus ini sempat dioperasikan pada Mei 2020 dan dihentikan Desember 2020.
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti mengatakan angkutan bus alternatif ini baru dioperasikan apabila terjadi lonjakan penumpang pada waktu tertentu. Layanan bus gratis ini sudah dioperasikan sejak awal Januari 2021 dan diperkirakan hingga Juni 2021.
"Sesuai aturan yang berlaku baik pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) maupun pembatasan sosial berskala besar (PSBB), selama masa pandemi kegiatan masyarakat pada dasarnya dibatasi. Penyelenggaraan transportasi publik tetap berjalan hanya untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang masih harus beraktivitas dengan tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan," kata Polana di Jakarta, Minggu (31/1/2021).
Polana menjelaskan, keputusan mengoperasikan kembali bus ini karena melihat adanya kerumunan penumpang KRL di saat-saat tertentu meski kegiatan masyarakat sudah dibatasi terutama saat Senin pagi. Kerumunan semakin parah karena kapasitas KRL dibatasi 35-40 persen.
Secara keseluruhan selama Januari 2021 terdapat 2.257 pengguna KRL yang memanfaatkan angkutan alternatif bus bantuan. Sementara itu total bus yang dioperasikan selama bulan Januari 2021 tercatat sebanyak 102 unit bus dengan perincian 88 unit bus berukuran besar dan 14 unit bus berkururan medium. Pada Senin pekan pertama bulan Januari 2021 disediakan 30 unit bus dengan rincian 26 unit bus berukuran besar dan bus berukuran medium sejumlah 4 unit.
Untuk Senin pekan kedua terdapat sebanyak 22 unit bus yang terdiri dari 20 bus berukuran besar dan 2 unit bus berukuran medium. Pada Senin pekan ketiga dan keempat terdapat masing-masing sebanyak 25 unit bus dengan rincian 21 bus berukuran besar dan 4 unit bus berukuran medium.