Telat Absen saat Pemilhan Wagub DKI, PSI: Kami Tak Mau Masuk Kalau Tak Terbuka

Felldy Utama ยท Senin, 06 April 2020 - 15:25 WIB
Telat Absen saat Pemilhan Wagub DKI, PSI: Kami Tak Mau Masuk Kalau Tak Terbuka

Ilustrasi Rapat DPRD DKI (dok Antara)

JAKARTA, iNews.id - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia DPRD DKI Jakarta menjelaskan alasan yang membuat sebagian besar anggotanya tak bisa masuk ke dalam ruang paripurna guna mengikuti proses pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta.

Ketua Fraksi PSI DKI Idris Ahmad menceritakan kronologi kejadian yang terjadi pagi tadi bahwa fraksinya menolak untuk masuk ke dalam ruang Rapat Paripurna sebelum pihaknya mendapatkan kepastian jika media massa memiliki akses untuk melihat proses pemilihan tersebut.

"Rapat paripurna wajib dilaksanakan secara terbuka, apalagi pemilihan Wakil Gubernur yang penting seperti ini," kata Idris, di Jakarta, Senin (6/4/2020).

Dia melanjutkan, sekitar pukul 10.30 WIB atau setengah jam setelah rapat paripurna dimulai, media massa akhirnya dapat melihat langsung apa yang terjadi di ruang rapat paripurna melalui live streaming kanal video Youtube milik Pemprov DKI Jakarta.

Sayangnya, kata dia, keterlambatan keputusan itu menyebabkan 6 (enam) dari 8 (delapan) anggota Fraksi PSI dicabut hak pilihnya dalam pemilihan Wakil Gubernur.

"Kami semua sudah hadir sebelum jam 10 dan mau memastikan adanya live streaming yang menjadi hak publik. Akhirnya setelah diperjuangkan, live streaming dijalankan. Tapi dari delapan anggota kami, hanya dua yang diizinkan untuk memilih karena berperan sebagai anggota panitia pemilihan dan saksi. Sisanya tidak diizinkan ikut pemilihan," ujar dia menjelaskan.

Fraksi PSI, kata Idris, akan terus konsisten dalam mendorong adanya keterbukaan publik dalam proses pemilihan demokrasi, hal ini terus diungkap dari sejak awal proses bergulir. Menurut dia, keterbukaan publik atau transparansi harus terus dijaga untuk menjaga kualitas demokrasi.

Idris melanjutkan ceritanya, ketika rapat paripurna dimulai, ada sejumlah media massa yang masih mengeluhkan tertutupnya akses publik untuk melihat proses pemilihan. Rapat paripurna yang biasanya terbuka untuk dihadiri media massa kali ini dilaksanakan secara tertutup, awalnya tidak ada satupun media massa yang dapat menyaksikan jalannya rapat.

Bahkan, kata dia, anggota legislatif pun dilarang membawa telepon genggam untuk keperluan live-streaming dari dalam ruangan.

"Dengan kondisi ini, kami tidak bisa diam, karena semua akses ditutup. Mau tidak mau kami harus terus dorong dan lobi agar akses dibuka, hingga akhirnya ada tayangan live Youtube," tutur dia.

Kendati demikian, Fraksi PSI menghargai hasil yang telah ditetapkan dan berharap DPRD DKI bisa segera bekerja menggulirkan keputusan-keputusan strategis yang mendesak untuk dilaksanakan, antara lain pengalihan anggaran dana APBD untuk penanganan Covid-19.

"Kami ucapkan selamat juga kepada Wakil Gubernur yang sudah terpilih. Kami harap Bang Ariza segera dilantik dan langsung terlibat menghadapi situasi Ibukota yang penuh tantangan mulai dari banjir, kemiskinan, hingga pandemik virus corona. Fraksi PSI akan terus mengawasi pemerintah untuk memastikan adanya keterbukaan dan transparansi dalam pelaksanaan pemerintahan DKI Jakarta," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq