Terungkap, Sebelum Tewas Remaja di Tangerang Dua Kali Diperkosa Beramai-ramai

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 18 Juni 2020 - 17:09 WIB
Terungkap, Sebelum Tewas Remaja di Tangerang Dua Kali Diperkosa Beramai-ramai

Polisi menyatakan OR, remaja di Pagedangan, Tangerang, dua kali diperkosa para pelaku. Enam tersangka telah ditangkap. (Foto: ilustrasi/AFP).

JAKARTA, iNews.id – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus pemerkosaan yang menewaskan OR, remaja 16 tahun di Pagedangan, Kabupaten Tangerang (sebelumnya ditulis Tangerang Selatan), Banten. OR ternyata dua kali menjadi korban pelampiasan nafsu seksual delapan pelaku, termasuk pacarnya.

Kapolsek Pagedangan AKP Efri menuturkan, dari hasil pengembangan perkara didapatkan pelaku pemerkosaan itu tidak hanya tujuh orang seperti informasi awal, melainkan delapan orang. Enam tersangka telah diringkus.

“Masih dua yang kita kejar. Identitas sudah diketahui,” kata Efri, Kamis (18/6/2020).

Efri menuturkan, OR dua kali disetubuhi pelaku. Pada kejadian pertama, delapan tersangka memerkosanya bergiliran. Sedangkan pada kejadian kedua, tujuh pelaku yang sama memerkosanya lagi.

Polisi semula menangkap empat tersangka yakni FF alias Fikri alias Cedem, S alias Jiung, DE alias Boby, dan A alias Anjay.. Berdasarkan pengembangan, didapatkan nama Dori dan Rian. Mereka juga telah diringkus.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada April 2020. Kronologi bermula dari perkenalan OR dengan FF. Dari perkenalan itu keduanya menjalin cinta.

Pada Sabtu (18/4/2020) pukul 01.00 WIB, tersangka FF menjemput OR dan membawanya ke rumah Jiung. Di rumah itu sudah menunggu DE, A, R, DO, dan DI.

Para pelaku selanjutnya secara bergiliran menyetubuhi OR setelah mencekokinya dengan pil kuning (excimer). Pil itu sebelumnya dibeli oleh S.

Tiga butir pil itu diberikan oleh tersangka FF kepada korban yang langsung diminumnya sekaligus. Ketika OR mabuk, mereka menyetubuhinya bergantian.

"Para pelaku dijerat Pasal 81 subsider Pasal 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 15 tahun," ucap Efri.

Editor : Zen Teguh