Viral Limbah Busa di Sungai Cileungsi, DLH Uji Sampel Air

Putra Ramadhani Astyawan ยท Selasa, 02 Agustus 2022 - 21:24:00 WIB
Viral Limbah Busa di Sungai Cileungsi, DLH Uji Sampel Air
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor mengambil sampel air di Sungai Cileungsi. (Foto : Ist)

BOGOR, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor mengambil sampel air di Sungai Cileungsi. Hal itu menyusul laporan masyarakat terkait adanya gumpalan busa di sungai tersebut beberapa waktu lalu dan viral di media sosial.

"Hasil uji lab akan diketahui 14 hari masa kerja. Sebelum hasil uji lab belum keluar,  kami belum bisa memastikan apakah pencemaran itu disebabkan oleh limbah pabrik atau tidak, karena hasil uji lab limbah hanya bisa membaca kandungan air yang terdapat pada limbah," kata Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan DLH Kabupaten Bogor, Holid Mawardi dalam keterangannya, Selasa (2/8/2022).

Sebagai informasi bahwa saat kejadian busa-busa limbah terjadi pada pukul 06.00-07.00 WIB pada 26 Juli 2022. Namun, ketika tim dari DLH bersama Tim Susur Sungai turun sudah tidak ditemukan lagi dikarenakan busa-busa limbah sudah terurai sungai.

Lebih lanjut Holid menerangkan, selain melakukan susur sungai, uji lab DLH dan Tim Susur Sungai yang berjumlah sembilan orang juga melakukan pemantauan kondisi sungai-sungai yang terdapat di Kabupaten Bogor termasuk Sungai Cileungsi. Menurutnya, pencemaran limbah Sungai Cileungsi masuk dalam kategori level sedang, sehingga upaya menjaga kondisi sungai harus dilakukan setiap hari. 

"Kami harap kesadaran semua pihak, sungai bukanlah tempat sampah, tapi sungai merupakan sumber kehidupan bagi warga, yang airnya bisa digunakan untuk keseharian, sehingga perlu kita jaga. Kami juga minta agar memperhatikan limbah domestik, karena bisa jadi merupakan faktor pencemaran," katanya. 

Kemudian, jika hasil uji lab sudah diketahui dan terbukti ada oknum yang melanggar pihaknya akan mengeluarkan sanksi adminitratif berupa teguran tertulis. 

Apabila tetap melanggar akan terkena denda administratif dengan nilai sampai dengan Rp3 miliar dan jika menyebabkan korban dapat terkena pembekuan izin sampai penutupan permanen. 

"Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup," tuturnya.

Di sisi lain, untuk mengoptimalkan pemantauan sungai terutama Sungai Cileungsi Pemkab Bogor melalui DLH berencana akan melakukan pemasangan CCTV dijalur Sungai Cileungsi agar bisa memantau kondisi sungai selama 24 jam. Sedangkan, untuk mengecek parameter dari mutu kualitas air sungai, pihaknya akan memasang aplikasi Online Monitoring System (Onlimo) pada tahun 2022 ini. 

"Onlimo ini akan langsung tersambung dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). KLHK sudah memiliki 4 Onlimo di Kabupaten Bogor, titik lokasi tersebut berada di Sungai Ciliwung dan Cisadane. Rencananya tahun 2022 ini Onlimo akan dipasang di dua titik di sekitar Sungai Ciparigi dan Sungai Cileungsi," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda