Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KPK soal Pengembalian Mobil Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Sudah Bayar Uang Pengganti
Advertisement . Scroll to see content

Viral Pesepeda Diduga Diperas Pemotor di Kalimalang, Begini Modusnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:51:00 WIB
Viral Pesepeda Diduga Diperas Pemotor di Kalimalang, Begini Modusnya
Ilustrasi pemerasan pesepeda di Kalimalang, Jaktim oleh pengendara motor. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -Polisi menyelidiki dugaan pemerasan terhadap seorang pesepeda di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, yang videonya viral di media sosial. Dalam video tersebut, pesepeda terlihat dicegat seorang pemotor yang menuding dirinya telah menyebabkan kecelakaan.

Peristiwa itu menjadi perhatian setelah sejumlah rekaman diunggah melalui akun media sosial @setyowibowo_07. Dalam unggahan tersebut, terlihat seorang pesepeda berhadapan dengan pria bermotor yang disebut meminta uang ganti rugi setelah menuduh korban menabraknya.

Pengunggah juga menuding pemotor di hadapan sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi. Narasi dalam unggahan turut menyebut adanya dugaan sikap arogan selama perselisihan berlangsung.

“playing victim, plat nomer nggak ada, penampilan lecek, model2 preman pasar cupu!!!, ujung2 nya minta duit,” tulis keterangan dalam akun tersebut sebagaimana dilansir, Rabu (22/7/2026).

Dalam unggahan lainnya, disebutkan pihak yang terlibat sempat sepakat untuk membawa persoalan tersebut ke kantor polisi. Namun, situasi berubah hingga muncul permintaan uang ganti rugi.

“Sepakat mau ke polres / polsek malah mau tabrak dan celakaan saya (menit terakhir minta ganti rugi),” tulisnya kembali.

Merespons pernyataan itu, Kapolsek Makasar Kompol Sumardi mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terkait dugaan pemerasan tersebut. Polisi juga telah mendatangi lokasi kejadian untuk mencari informasi mengenai pihak yang diduga menjadi korban.

"Sudah dilakukan pengecekan ke lokasi sampai saat ini belum ketemu yang dirugikan," kata Sumardi saat dikonfirmasi pada Rabu (22/7/2026).

Meski begitu, penyelidikan terkait informasi yang viral tersebut masih dilakukan. Polisi membutuhkan keterangan dari pesepeda yang disebut sebagai pihak yang dirugikan untuk mengungkap secara jelas rangkaian kejadian yang sebenarnya.

Sumardi mengimbau pesepeda yang merasa menjadi korban dalam peristiwa tersebut segera membuat laporan polisi. Laporan resmi dinilai dapat membantu aparat kepolisian dalam melanjutkan proses penyelidikan.

"Kalau ada pihak yang dirugikan silahkan untuk buat laporan polisi," ujarnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut