11 Stasiun KRL Padat, TNI-Polri Terjunkan Marinir dan Brimob

Okezone ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 06:59 WIB
11 Stasiun KRL Padat, TNI-Polri Terjunkan Marinir dan Brimob

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - TNI-Polri menerjunkan personel untuk memantau penerapan protokol kesehatan Covid-19 di moda transportasi massal khususnya Kereta Rel Listrik (KRL). Sebanyak 74 personel Brimob diterjunkan di 11 stasiun padat atau jumlah pengunjung tertinggi.

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, penerjunan personel TNI dan Polri karena KRL masih berpotensi menjadi lokasi penyebaran virus corona (Covid-19). "Dalam mengatur jaga jarak ini, PT KCI selama beberapa bulan terakhir telah mendapatkan dukungan dari TNI dan Polri," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (3/7/2020).

KCI, menurut Anne, juga mendapat bantuan pengamanan dari puluhan prajurit TNI dari berbagai kesatuan termasuk Marinir, dan Zeni untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di stasiun maupun kereta. "Personel TNI dan Polri dari ke wilayahan setempat antara lain Polsek dan Kodim juga rutin menjaga ketertiban di stasiun sejak jadwal pemberangkatan kereta pertama," ujarnya.

Dari sisi kebersihan, seluruh rangkaian KRL senantiasa dibersihkan rutin. Saat KRL beroperasi, PT KCI mengerahkan on trip cleaning untuk membersihkan kereta hingga ke area-area yang sering disentuh pengguna seperti pegangan tangan dengan cairan mengandung disinfektan.

Anne menuturkan setelah beroperasi, kereta juga kembali dibersihkan menyeluruh dan diakhiri dengan penyemprotan disinfektan. Di stasiun, tim dari on station cleaning rutin membersihkan area-area yang sering disentuh pengguna KRL antara lain gate, pegangan tangga, hingga mesin tiket. Penyemprotan disinfektan juga rutin berlangsung di seluruh stasiun.

"Selain aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, PT KCI juga mengeluarkan kebijakan untuk memperkuat protokol kesehatan dan mendukung aktivitas kembali dengan produktif, aman dan sehat," katanya.

"PT KCI untuk sementara melarang balita menggunakan KRL, mengatur lansia hanya dapat naik KRL di luar jam-jam sibuk, begitu pula dengan barang bawaan pengguna yang dapat mengganggu physical distancing. Selama berada di dalam kereta, para pengguna juga dilarang untuk berbicara baik secara langsung maupun melalui telepon genggam," tutur Anne.

PT KCI juga menerapkan aturan yang digariskan oleh pemerintah daerah setempat. Ketika PSBB berlaku di wilayah DKI Jakarta, PT KCI hanya mengoperasikan KRL pada pukul 05.00-18.00 WIB. Setelah PSBB transisi berlaku dan jam operasional angkutan umum dapat diperpanjang serta kapasitas diizinkan hingga 50 persen, PT KCI menyesuaikan jam operasional menjadi pukul 04.00-21.00 WIB dengan jumlah pengguna tetap sesuai aturan dari Kemenhub yaitu 35 persen dari kapsitas atau 74 orang per kereta hingga hari ini.

"PT KCI sadar sebagai transportasi publik dengan jumlah pengguna terbesar di wilayah Jabodetabek, KRL Commuter Line memiliki fungsi yang sangat penting dalam mendukung aktivitas warga untuk kembali produktif dengan disiplin dan aman. Karena itu berbagai protokol kesehatan tetap dilaksanakan oleh KCI tanpa kompromi," ujarnya.

Dengan jumlah pengguna saat ini yang rata-rata 350.000 hingga 370.000 pengguna per hari dan terus bertambah, PT KCI sangat berterima kasih atas kerja sama berbagai pihak selama empat bulan terakhir ini, utamanya para pengguna KRL dalam mengikuti protokol kesehatan yang ada.

"Dan KCI sangat terbuka bila selanjutnya ada bentuk-bentuk dukungan tambahan dari berbagai pihak untuk menyempurnakan lagi pelaksanaan berbagai protokol ini," ucap Anne.

Editor : Djibril Muhammad