11.185 Gempa Susulan Guncang NTT, BMKG Ungkap 165 Kali Dirasakan Warga
Wijayanto menjelaskan aktivitas pada sejumlah klaster tersebut terus bergerak secara dinamis. Pada hari pertama hingga keempat setelah gempa utama, aktivitas seismik tersebar di seluruh klaster dari arah timur ke barat.
Memasuki hari kelima dan keenam, aktivitas gempa lebih terkonsentrasi di klaster bagian barat. Sementara itu, aktivitas di klaster bagian timur mulai mengalami penurunan secara bertahap.
BMKG terus menjalankan sistem pemantauan gempa secara real-time selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan untuk mengikuti perkembangan aktivitas tersebut.
Pemantauan dilakukan dengan menganalisis jumlah kejadian, magnitudo, distribusi sumber gempa, arah pergerakan aktivitas hingga karakteristik sumber gempa.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan informasi terkait perkembangan gempa dapat disampaikan secara akurat dan tepat waktu kepada masyarakat serta instansi terkait.
BMKG juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi maupun isu yang sumber dan kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan,” ucap dia.
Editor: Puti Aini Yasmin