Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gibran Jenguk Korban Keracunan MBG di Karo: Atas Nama Pemerintah, Saya Mohon Maaf Sebesar-besarnya
Advertisement . Scroll to see content

116 Juta Penduduk Indonesia Kekurangan Protein dan Kalori, Kepala BGN: Menyedihkan tapi Ini Realita

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:12:00 WIB
116 Juta Penduduk Indonesia Kekurangan Protein dan Kalori, Kepala BGN: Menyedihkan tapi Ini Realita
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) (foto: Yuwantoro Winduajie)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap sekitar 116 juta penduduk Indonesia masih mengalami kekurangan asupan protein dan kalori. Angka tersebut setara dengan sekitar 40 persen penduduk.

"Sebanyak kurang lebih 40 persen penduduk Indonesia yang berada di kuintil 1 dan kuintil 2 itu mengalami kekurangan kalori dan protein. Mohon maaf kasarannya kurang makan," kata Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan, kelompok masyarakat tersebut mengonsumsi makanan lebih sedikit dibandingkan kebutuhan aktivitas hariannya.

"Ini menyedihkan tapi ini realita yang juga harus kita hadapi bahwa 40 persen itu kira-kira 116 juta. 116 juta orang kita itu kemudian kurang makan atau kasarannya lapar. Jadi yang dimakan lebih sedikit daripada aktivitas dia," ujarnya.

Menurut Sudaryono, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN juga tengah menyiapkan langkah intervensi yang lebih terarah di wilayah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, terdapat 20 kabupaten/kota dengan prevalensi stunting terendah, 182 kabupaten/kota kategori sedang, 220 kabupaten/kota kategori tinggi dan 92 kabupaten/kota kategori sangat tinggi.

Untuk mendukung intervensi tersebut, BGN akan memanfaatkan data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diintegrasikan dengan data kesehatan. Dengan sistem itu, pemerintah dapat mengetahui penerima MBG mulai dari balita, anak sekolah, hingga ibu hamil, termasuk kondisi kesehatannya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut