2 Anak Menhaj Mundur dari Tenaga Ahli, Kemenhaj Segera Cari Pengganti
Dahnil menjelaskan, pengangkatan kedua anak Gus Irfan sebagai tenaga ahli bermula dari kebutuhan tenaga pendukung operasional Kemenhaj pada awal pembentukan lembaga tersebut.
Menurutnya, saat itu Badan Penyelenggara Haji yang menjadi cikal bakal Kemenhaj hanya memiliki dua pimpinan, yakni menteri dan wakil menteri. Kondisi tersebut membuat kebutuhan tenaga pendukung untuk menjalankan operasional menjadi mendesak.
"Akhirnya salah duanya itu adalah anaknya Pak Menteri ikut membantu sejak awal, karena saya juga enggak ada yang membantu waktu itu karena Badan Penyelenggara Haji itu hanya dua orang, yaitu Pak Menteri dan saya. Waktu itu kepala dan wakil kepala," ucap Dahnil.
Dia menambahkan, keputusan mundur diambil setelah muncul pro dan kontra di tengah masyarakat terkait pengangkatan keduanya sebagai tenaga ahli.
"Nah, tapi karena ada sebutlah ini keributan, ada pro-kontra terkait dengan ini, maka beliau berdua memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai tenaga ahli. Bukan mengundurkan diri sebagai putranya Pak Menteri. Nanti akan salah nanti. Mengundurkan diri sebagai tenaga ahli Kementerian Haji dan Umrah. Tapi tetap sebagai putranya Pak Menteri Haji dan Umrah," pungkasnya.