3 Fakta Menarik Pertemuan Ganjar Pranowo dan Jusuf Kalla
JAKARTA, iNews.id - Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menjenguk kediaman mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/11/2023). Dalam kesempatan ini, mereka membahas isu persatuan bangsa Indonesia menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Ganjar Pranowo yang didampingi Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid, melihat pertemuan dengan JK sebagai hal penting, terutama karena menghadapi kontestasi pemilu.
Ganjar merasa amanat dan pesan positif dari tokoh bangsa Jusuf Kalla menjadi bekal penting bagi kepemimpinannya jika terpilih sebagai Presiden RI ke-8.
Ganjar Pranowo mengungkapkan tujuan pertemuannya dengan Jusuf Kalla adalah untuk berkomunikasi dan mendapatkan masukan terkait persatuan bangsa Indonesia menjelang Pemilu 2024. Dalam pernyataannya, Ganjar menyebut Jusuf Kalla sebagai figur yang kaya akan pengalaman, dan mereka berdua sepakat bahwa nilai persatuan bangsa harus dijaga dengan baik.
Di samping diskusi seputar persatuan bangsa Indonesia, apakah dalam momen tersebut Ganjar Pranowo dan Jusuf Kalla saling menyinggung seputar dukung-mendukung di Pilpres 2024? Berikut inilah tiga fakta menarik pertemuan antara Ganjar dan JK.
Ganjar Pranowo mengungkapkan tujuan pertemuannya dengan Jusuf Kalla adalah untuk berkomunikasi dan mendapatkan masukan terkait persatuan bangsa Indonesia menjelang Pemilu 2024.
Capres Ganjar Pranowo Temui Jusuf Kalla di Brawijaya, Ini 3 Fakta Unik JK
Dalam pernyataannya, Ganjar menyebut Jusuf Kalla sebagai figur yang kaya akan pengalaman, dan mereka berdua sepakat bahwa nilai persatuan bangsa harus dijaga dengan baik.
"Intinya pemilu mesti berjalan dengan baik, nilai persatuan bangsa mesti dijaga." ungkap Ganjar. Mereka juga membahas pentingnya rekonsiliasi bangsa jika terjadi perpecahan di kalangan masyarakat.
Megawati di Mata Jusuf Kalla, Sosok Pemimpin Demokratis
Ganjar Pranowo, setelah pertemuan dengan Jusuf Kalla, menyampaikan bahwa dirinya mengapresiasi sikap politik Jusuf Kalla yang mengizinkan perbedaan pilihan politik.